Berita Balikpapan Terkini
Kemiskinan Balikpapan 1,97 Persen, Walikota Rahmad Mas'ud Targetkan Turun Mendekati Nol
Balikpapan catat kemiskinan terendah 1,97 persen, Pemkot targetkan terus turun
Penulis: Siti Zubaidah | Editor: Amelia Mutia Rachmah
Ringkasan Berita:
- Balikpapan mencatat tingkat kemiskinan terendah di Indonesia sebesar 1,97 persen.
- Pemkot menargetkan angka tersebut turun hingga mendekati nol persen.
- Strategi dilakukan melalui investasi, penguatan SDM, dan dukungan UMKM.
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Kota Balikpapan, Kalimantan Timur mencatat tingkat kemiskinan terendah di Indonesia sebesar 1,97 persen, dan Pemerintah Kota (Pemkot) menargetkan angka kemiskinan terus ditekan hingga mendekati nol persen, Rabu (29/4/2026).
Walikota Balikpapan, Rahmad Masud, mengatakan capaian itu merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat.
“Ini bukan akhir dari tugas kami. Angka terendah bukan berarti sudah tidak ada warga miskin. Justru ini menjadi motivasi agar kami bekerja lebih keras,” ujarnya, Rabu (29/4/2026).
Peran Investasi dan Lapangan Kerja
Menurutnya, pertumbuhan investasi menjadi faktor utama dalam menekan angka kemiskinan karena membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat.
Pemkot pun meminta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mempercepat dan mempermudah proses perizinan bagi investor.
Baca juga: Investor Tiongkok Lirik KKT Balikpapan, Siap Kembangkan Kawasan Industri 72 Hektare
“Pengusaha yang berinvestasi ikut membuka peluang kerja. Kami minta OPD memberikan kemudahan layanan, bahkan jemput bola selama sesuai prosedur,” tegasnya.
Penguatan SDM dan UMKM
Selain investasi, Pemkot juga mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) agar mampu bersaing di dunia kerja.
Masyarakat, khususnya generasi muda, diimbau meningkatkan keterampilan melalui pelatihan dan sertifikasi.
Penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga terus dilakukan.
Aktivitas ekonomi masyarakat terlihat dari tumbuhnya kawasan kuliner baru, salah satunya di kawasan MT Haryono.
Baca juga: Persiba Balikpapan Kini Fokus Hadapi Persekat Tegal di Playoff Degradasi Liga 2
Stabilitas Ekonomi dan Data Sosial
Di sisi lain, Pemkot Balikpapan bersama Bank Indonesia menjaga stabilitas inflasi guna mempertahankan daya beli masyarakat.
Pemkot juga akan memperbarui dan menyinkronkan data sosial, termasuk penerima bantuan seperti BPJS Kesehatan gratis dan warga berpenghasilan rendah, agar program tepat sasaran.
Dengan langkah tersebut, Pemkot optimistis angka kemiskinan di Balikpapan dapat terus ditekan hingga mendekati nol persen. (*)
| Midtown Xpress Balikpapan Salurkan Donasi Program 101 Iftar Delight ke Panti Jompo dan Panti Asuhan |
|
|---|
| Petani Cabe Ceria Kariangau Dapat Bantuan Lengkap dari KKT, Dukung Ketahanan Pangan |
|
|---|
| Kepala UPA SDHHTL Unmul Samarinda Tanggapi Kerusakan Tahura Bukit Soeharto Akibat Aktivitas Ilegal |
|
|---|
| Investor Tiongkok Lirik KKT Balikpapan, Siap Kembangkan Kawasan Industri 72 Hektare |
|
|---|
| Tanggapan Mahasiswa Untag Samarinda Soal Rencana Pembongkaran Warung Panjang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260429_Walikota-Balikpapan-Rahmad-Masud-Angka-Kemiskinan.jpg)