Minggu, 3 Mei 2026

Berita Balikpapan Terkini

Dari Televisi ke Platform Streaming, Wanita Balikpapan ini Tetap Setia Menjadi Pecinta Drakor

Drama Korea (drakor) banyak digemari masyarakat, terutama kaum hawa sebagai pelepas penat.

Tayang:
Editor: Budi Susilo
HO/Dila
PENGGEMAR DRAKOR - Warga asal Balikpapan, Rinda Dila Farasiska, mengaku, drakor sudah menjadi bagian dari kesehariannya sejak remaja. Wanita tersebut mulai mengenal drama Korea saat berusia 13 tahun, jauh sebelum platform streaming semudah sekarang. Bahkan saat itu, drama Korea belum semudah diakses lewat ponsel atau laptop. (HO/Dila) 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Drama Korea (drakor) banyak digemari masyarakat, terutama kaum hawa sebagai pelepas penat.

Bahkan, tak sedikit dari mereka yang telah menyukai drama Korea sejak belia. 

Salah satunya, warga asal Balikpapan, Rinda Dila Farasiska. Ia mengaku, drakor sudah menjadi bagian dari kesehariannya sejak remaja. 

Wanita tersebut mulai mengenal drama Korea saat berusia 13 tahun, jauh sebelum platform streaming semudah sekarang. Bahkan saat itu, drama Korea belum semudah diakses lewat ponsel atau laptop. 

Terlebih, tayangan di televisi pun masih terbatas dan sering kali terlambat dari jadwal penayangan aslinya di Korea Selatan. 

Baca juga: Viral Staf Media Prabowo Kena Love Scamming dan Rugi Rp 48 Juta, Pelaku Terinspirasi Drama Korea

Meski begitu, hal ini tak mengurangi antusias Dila untuk mengikuti kisah-kisah menarik dari Negeri Ginseng.

Dila mengatakan, drama Full House yang dibintangi Rain dan Song Hye-kyo adalah Drakor pertama yang ia tonton.

Meski drama tersebut dirilis pada 2004, Dila baru menontonnya sekitar tahun 2010 melalui tayangan ulang di televisi.

"Aku mulai suka drama Korea waktu umur 13 tahun. Drama pertama yang aku tonton itu Full House," ujarnya, Minggu (3/4/2026).

Ia masih ingat bagaimana kisah cinta kontrak antara dua tokoh utama dalam drama tersebut langsung mencuri perhatiannya.

Baginya, premis musuh yang perlahan saling jatuh cinta atau enemy to lovers ini memiliki daya tarik tersendiri.

"Waktu itu lucu aja. Mereka awalnya rebutan rumah, terus terpaksa kawin kontrak. Awalnya saling benci, tapi lama-lama jatuh cinta," ucapnya. 

Ia mengenang, ia biasanya menonton Full House pada malam hari di salah satu stasiun televisi nasional, setelah menyelesaikan tugas sekolah.

Tidak ada rekomendasi dari keluarga atau teman, ketertarikannya muncul begitu saja saat sedang menonton televisi.

"Aku nemu sendiri. Kebetulan lihat tayangannya, terus ternyata seru," tuturnya.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved