Jumat, 8 Mei 2026

PMII Demo Gubernur Kaltim

Demo PMII di Kantor Gubernur Kaltim Ricuh: Satu Mahasiswa Bocor Kepala, Tiga Pingsan

Aksi unjuk rasa yang dilakukan PKC PMII Kalimantan Timur di depan Kantor Gubernur Kaltim, Jalan Gajah Mada, berujung bentrok, Selasa (5/5/2026) sore. 

Tayang:
TRIBUNKALTIM.CO/GREGORIUS AGUNG SALMON
BERUJUNG BENTROK - Aksi unjuk rasa yang digelar Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PKC PMII) Kalimantan Timur di depan Kantor Gubernur Kaltim, Jalan Gajah Mada, berujung bentrok pada Selasa (5/5/2026) sore. (TRIBUNKALTIM.CO/GREGORIUS AGUNG SALMON) 

Ringkasan Berita:
  • Aksi PMII di Samarinda berubah ricuh hingga bentrok dengan aparat.
  • Empat mahasiswa luka berat, satu mengalami luka kepala serius.
  • Aksi dipicu tuntutan transparansi dan kritik kebijakan pemerintah.

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA – Aksi unjuk rasa yang dilakukan Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PKC PMII) Kalimantan Timur di depan Kantor Gubernur Kaltim, Jalan Gajah Mada, berujung bentrok pada Selasa (5/5/2026) sore. 

Kericuhan ini mengakibatkan sejumlah aktivis mengalami luka serius hingga harus dilarikan ke rumah sakit.

Pantauan di lapangan, aksi yang dimulai sekitar pukul 15.40 WITA awalnya berjalan normal dengan mimbar bebas.

Namun, menjelang sore, tensi meningkat hingga terjadi gesekan fisik antara massa aksi dan aparat keamanan. 

Baca juga: Walau Gubernur Kaltim Absen, Demo PMII Samarinda Tak Kendur Suarakan Tuntutan

Aksi saling kejar pun meluas hingga ke badan jalan, yang sempat memicu kemacetan arus lalu lintas di kawasan Jalan Gajah Mada.

Ketua Umum PKC PMII Kalimantan Timur, Muhammad Said Abdillah, menyesalkan tindakan represif yang menyebabkan jatuhnya korban dari pihak mahasiswa.

Berdasarkan pendataan internal mereka, terdapat empat kader yang mengalami luka berat.

“Kami mendata ada empat kader kami yang luka berat sampai berdarah. Satu orang dilarikan ke rumah sakit karena kepalanya bocor hingga mendapat sepuluh jahitan, sementara tiga lainnya pingsan,” ungkapnya.

Baca juga: 10 Tuntutan PMII Samarinda ke Gubernur Kaltim, Dari Jalan Rusak, BBM hingga Listrik

Ia menduga kericuhan dipicu oleh kelelahan kedua belah pihak karena waktu yang sudah berlarut sore, ditambah adanya lemparan-lemparan kecil yang memicu panasnya suasana.

Dalam video yang beredar, tampak sejumlah massa aksi diamankan secara paksa oleh aparat ke area dalam kantor gubernur.

Said Abdillah menjelaskan bahwa kedatangan mereka sebenarnya untuk merespons pernyataan Gubernur Kaltim, Rudy Mas'ud, yang sebelumnya mengeklaim bahwa kantor gubernur terbuka 24 jam bagi masyarakat.

PMII hadir untuk menyampaikan aspirasi hasil kajian terkait kebijakan daerah.

Baca juga: BREAKING NEWS: PMII Samarinda Geruduk Kantor Gubernur Kaltim, Diwarnai Aksi Bakar Ban

Beberapa poin tuntutan utama yang diusung antara lain:

  • Transparansi Fasilitas Dinas, mereka menuntut kejelasan proses pengembalian mobil dinas senilai Rp8,5 miliar, termasuk pengadaan akuarium dan kursi pijat yang sempat viral.
  • Kritik Kebijakan Publik, para aktivisi ini menuntut evaluasi terhadap Ketua DPRD Kaltim dan mendesak Gubernur untuk menghindari praktik KKN.
  • Terkait Komunikasi Publik, Para massa aksi meminta Gubernur menghentikan narasi omon-omon dan menyajikan data transparan kepada publik.

“Kami berharap Gubernur intropeksi diri terkait komunikasi publik dan kebijakan yang tidak pro-rakyat di tengah upaya efisiensi. Ini tugas kami sebagai aktivis mahasiswa untuk menyuarakan hal tersebut,” tegasnya.

Akibat jatuhnya korban luka, PMII Kaltim memutuskan untuk mengubah agenda kegiatan.

Rencana awal untuk menggelar mimbar bebas hingga malam hari dibatalkan dan diganti dengan pernyataan sikap tertulis mengenai situasi kericuhan yang terjadi. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved