Rabu, 6 Mei 2026

Berita Penajam Terkini

SPAM Waru PDAM PPU Hampir Selesai, Target Layanan Air Bersih Dituntaskan hingga 80 Persen

Direktur Perumda Air Minum Danum Taka PPU, Abdul Rasyid, menjelaskan secara teknis proyek SPAM Waru sudah rampung.

Tayang:
Penulis: Nita Rahayu | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/NITA RAHAYU
AIR BERSIH PDAM - Ilustrasi meteran PDAM. Direktur Perumda Air Minum Danum Taka PPU, Abdul Rasyid mengatakan bahwa pembangunan SPAM di Waru hampir selesai dan akan diresmikan segera, Rabu (6/5/2026). Kerja sama tersebut mencakup pembangunan instalasi pengolahan air oleh swasta, sementara pemerintah akan menangani jaringan perpipaan. 

TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM - Pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Waru di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Provinsi Kalimantan Timur memasuki tahap akhir dan siap dioperasionalkan.

Namun, peresmian yang semula dijadwalkan dalam waktu dekat, harus ditunda menyesuaikan agenda kepala daerah.

Direktur Perumda Air Minum Danum Taka PPU, Abdul Rasyid, menjelaskan secara teknis proyek SPAM Waru sudah rampung.

Penundaan hanya terkait waktu peresmian, yang menunggu ketersediaan jadwal bupati.

SPAM Waru memiliki kapasitas produksi sekitar 40 liter per detik.

Baca juga: Waspada Musim Kemarau 2026, PDAM Balikpapan dan PPU Imbau Warga Hemat dan Tampung Air

Jika sudah beroperasi penuh, instalasi ini ditargetkan mampu melayani seluruh kebutuhan air bersih di wilayah tersebut.

Menurut Rasyid, operasional SPAM ini akan meningkatkan cakupan layanan air bersih secara signifikan.

Saat ini, tingkat layanan baru berada di angka sekitar 42 persen.

“Kalau ini sudah dioperasionalkan, insyaallah bisa 100 persen terlayani,” ungkapnya pada Rabu (6/5/2026).

Meski begitu, masih ada sejumlah wilayah dengan tantangan distribusi, seperti kondisi kontur tanah tinggi dan jumlah penduduk yang terbatas.

Penanganannya membutuhkan pendekatan berbeda, termasuk melalui program berbasis masyarakat.

Pemerintah daerah juga tengah mendorong kerja sama dengan pihak swasta, untuk mempercepat peningkatan layanan air bersih.

Skema ini dipilih, karena keterbatasan kemampuan fiskal daerah.

Kerja sama tersebut mencakup pembangunan instalasi pengolahan air oleh swasta, sementara pemerintah akan menangani jaringan perpipaan.

Air yang dihasilkan akan dibeli dalam bentuk curah, untuk kemudian disalurkan ke masyarakat.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved