Pemilu 2029
Bawaslu Paser Libatkan Pemuda Long Ikis untuk Kawal Demokrasi Menuju Pemilu 2029
Bawaslu Paser menggandeng pelajar dan pemuda Long Ikis untuk memperkuat pengawasan partisipatif menuju Pemilu 2029
Penulis: Syaifullah Ibrahim | Editor: Amelia Mutia Rachmah
Ringkasan Berita:
- Bawaslu Paser menggelar sosialisasi pengawasan partisipatif di Long Ikis.
- Kegiatan diikuti 120 pelajar dan pemuda Kabupaten Paser.
- Generasi muda diajak melawan politik uang dan hoaks jelang Pemilu 2029.
TRIBUNKALTIM.CO, TANA PASER - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Paser kembali melaksanakan kegiatan sosialisasi pengawasan partisipatif dengan tema "Merawat Demokrasi Menuju Pemilu 2029" yang berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Long Ikis, Paser, Kalimantan Timur, Rabu (6/5/2026).
Sosialisasi diikuti kalangan pelajar dan pemuda Kecamatan Long Ikis, Kabupaten Paser dengan jumlah peserta mencapai 120 orang.
Pada kegiatan ini, hadir narasumber utama Komisioner Bawaslu Provinsi Kalimantan Timur, Daini Rahmat, pihak Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Paser, Ahmad Hartono, serta Komisioner Bawaslu Paser, Fauzan.
Ketua Bawaslu Kabupaten Paser, Nur Khamid, mengapresiasi antusiasme para peserta dan berharap kehadiran generasi muda mampu memperkuat peran partisipatif dalam menjaga kualitas demokrasi.
"Kehadiran pemuda-pemudi yang ada di Long Ikis hari ini menunjukkan arah kemajuan demokrasi pada tahun 2029 mendatang," terang Khamid.
Baca juga: Bupati Paser Pantau Pembangunan Venue Porprov Kaltim, Pastikan Pengerjaan Berjalan Sesuai Rencana
Lawan Politik Uang dan Hoaks
Kolaborasi antara penyelenggara pemilu, pemerintah daerah, dan komunitas diharapkan mampu melahirkan pemilih cerdas.
Pemilih yang menolak politik uang, hoaks, dan polarisasi akan menjadi fondasi bagi pemilu yang jujur dan adil.
"Sosialisasi ini juga menjadi bentuk penegasan komitmen Bawaslu Paser untuk merawat demokrasi. Dengan dukungan generasi muda, Pemilu 2029 diharapkan benar-benar mencerminkan kehendak rakyat demi Indonesia yang lebih baik," tandasnya.
Sementara itu, Komisioner Bawaslu Provinsi Kaltim, Daini Rahmat, menekankan pentingnya peran pemuda dalam mencegah konflik dan menghadirkan pemilu yang berintegritas.
"Partisipasi pemuda dapat meningkatkan kualitas demokrasi sekaligus membentuk kesadaran politik di kalangan masyarakat," ungkapnya.
Baca juga: Samarinda hingga Paser Waspada Sore Ini! BMKG: Berpotensi Hujan Lebat dan Petir
Menurut Daini, generasi muda memiliki posisi strategis dalam menjaga proses demokrasi agar tetap sehat dan bebas dari praktik-praktik yang merusak integritas pemilu.
Partisipasi Aktif Dinilai Penting
Ia juga mengingatkan bahwa lemahnya partisipasi dalam pemilu dapat menimbulkan berbagai persoalan serius.
"Jika partisipatif tidak kita perkuat hari ini menuju Pemilu 2029, maka jangan heran jika terjadi manipulasi suara, hilangnya hak pilih, politik uang merajalela, bahkan konflik antarcalon akan marak terjadi," tegas Daini.
Dari kegiatan ini, ia berharap tumbuh kesadaran dan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat dalam menjaga kualitas demokrasi.
Menurutnya, sosialisasi partisipatif menjadi wadah untuk memperkuat komitmen bersama menghadapi Pemilu 2029.
"Dengan ruang dialog yang terbuka, masyarakat tidak hanya diposisikan sebagai objek pemilih, tetapi juga sebagai subjek yang memahami hak, kritis terhadap informasi, dan berani menyuarakan aspirasi," pungkas Daini. (*)
| PKB Kaltim Gelar UKK Calon Ketua DPC, Fokus Target Pemilu 2029 dan Pilkada 2030 |
|
|---|
| Diskusi Masa Depan Pemilu 2029 di Samarinda, Muncul Gagasan Pemilihan Sela hingga Konversi Suara |
|
|---|
| NasDem Kaltim Bidik Gen Z, Buka Pintu Lebar ke Politik Hadapi Pemilu 2029 |
|
|---|
| Pengamat: Keberhasilan Jokowi Effect Terhadap PSI Tergantung Kinerja Gibran sebagai Wakil Presiden |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260506_Bawaslu-Kabupaten-Paser-Sosialisasi-dengan-Generasi-Muda.jpg)