Ibadah Haji 2026
148 Jemaah Haji PPU Diberangkatkan, Bupati Ingatkan Cuaca Ekstrem di Tanah Suci
Sebanyak 148 jemaah haji asal PPU resmi diberangkatkan menuju Embarkasi Balikpapan dan Tanah Suci
Penulis: Nita Rahayu | Editor: Amelia Mutia Rachmah
Ringkasan Berita:
- Sebanyak 148 jemaah haji asal PPU diberangkatkan dari Masjid Agung Al-Ikhlas.
- Bupati PPU mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan selama ibadah haji.
- Jemaah tergabung dalam Kloter 8 Embarkasi Balikpapan bersama Samarinda dan Kaltara.
TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM - Sebanyak 148 calon jemaah haji asal Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) diberangkatkan pada Rabu (6/5/2026) dari Masjid Agung Al-Ikhlas, Nipah-Nipah.
Rombongan tersebut tergabung dalam Kloter 8 Embarkasi Balikpapan bersama jamaah asal Samarinda dan Kalimantan Utara dengan total 360 orang, termasuk petugas pendamping.
Dari total jemaah asal PPU, sebanyak 61 orang merupakan laki-laki dan 87 lainnya perempuan.
Suasana haru menyelimuti pelepasan jemaah yang turut dihadiri keluarga, kerabat, hingga jajaran pemerintah daerah. Tangis dan doa mengiringi keberangkatan para calon tamu Allah menuju Tanah Suci.
Bupati PPU Ingatkan Pentingnya Menjaga Kesehatan
Bupati PPU, Mudyat Noor, mengingatkan para jemaah mengenai tantangan yang akan dihadapi selama menjalankan ibadah haji, khususnya terkait kondisi cuaca dan kesiapan fisik.
Baca juga: Jemaah Haji Kukar Diimbau Jaga Kesehatan dan Kurangi Aktivitas Media Sosial
“Menjaga kesehatan dan mengikuti arahan petugas itu sangat penting, karena kondisi di Tanah Suci tidak selalu mudah,” ungkapnya.
Menurut Mudyat, ibadah haji bukan hanya perjalanan spiritual, tetapi juga membutuhkan kesiapan fisik dan mental yang baik mengingat aktivitas ibadah yang cukup padat.
Karena itu, para jemaah diminta disiplin menjaga pola makan, istirahat, serta mengikuti seluruh arahan petugas kesehatan maupun pembimbing ibadah selama berada di Arab Saudi.
Jemaah dijadwalkan masuk embarkasi pada 6 Mei malam sebelum diberangkatkan menuju Jeddah pada 7 Mei 2026 menggunakan maskapai Garuda Indonesia.
Sementara kepulangan para jemaah direncanakan berlangsung pada 17 Juni 2026 melalui Madinah.
Baca juga: Jemaah Haji Asal Kaltim Wafat di Madinah, Diduga Serangan Jantung
Koordinasi Layanan Jadi Perhatian
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kantor Kementerian Agama PPU, Budi Atmaja, mengatakan jumlah jemaah dalam satu kloter membutuhkan kesiapan layanan yang maksimal, terutama pada aspek logistik, kesehatan, dan pendampingan.
“Jumlah ini menuntut koordinasi yang matang, terutama dalam hal logistik, kesehatan, dan manajemen perjalanan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, koordinasi antara pemerintah daerah, petugas embarkasi, tenaga kesehatan, hingga pembimbing ibadah menjadi faktor penting agar seluruh proses perjalanan haji berjalan lancar.
Selain itu, pelayanan optimal juga diperlukan agar para jemaah dapat menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman selama berada di Tanah Suci.
| Jemaah Haji Kukar Diimbau Jaga Kesehatan dan Kurangi Aktivitas Media Sosial |
|
|---|
| Jemaah Haji Asal Kaltim Wafat di Madinah, Diduga Serangan Jantung |
|
|---|
| Tips Haji Sehat dari Walikota Tarakan, Fokus Kebugaran dan Kesabaran |
|
|---|
| Daftar 7 Jemaah Haji Indonesia yang Meninggal di Tanah Suci, 1 dari Samarinda |
|
|---|
| 12 Tahun Menanti, Sopir Asal Malinau Akhirnya Berangkat ke Tanah Suci |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260506_Jemaah-Haji-Asal-PPU-Siap-Berangkat.jpg)