Berita Samarinda Terkini
Hetifah Sjaifudian Gelar Workshop Pendidikan di Samarinda, Libatkan 100 Guru dan Komite
Hetifah Sjaifudian mendorong sinergi sekolah dan keluarga demi menciptakan pendidikan anak berkualitas
Penulis: Nevrianto | Editor: Amelia Mutia Rachmah
Ringkasan Berita:
- Hetifah Sjaifudian menggelar workshop pendidikan di Samarinda.
- Kegiatan diikuti 100 guru dan komite sekolah se-Kukar.
- Sinergi keluarga dan sekolah dinilai penting mencetak generasi unggul.
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, mendorong penguatan sinergi sekolah dan keluarga sebagai fondasi utama pendidikan anak berkualitas dalam workshop pendidikan yang digelar di Harris Hotel Samarinda, Kalimantan Timur, Sabtu (2/5/2026).
Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) itu mengusung tema “Membangun Sinergi Sekolah dan Keluarga sebagai Fondasi Pendidikan Anak Berkualitas”.
Workshop tersebut diikuti oleh 100 guru dan komite sekolah se-Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).
Dalam kegiatan itu turut hadir Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III Provinsi Kalimantan Timur, Muhammad Ruslie, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kutai Kartanegara, Thauhid Afrilian Noor, narasumber Suharman dan Wildaniyati, moderator Belli Ukim, serta dipandu MC Viola Meilinda.
Hetifah Tekankan Peran Keluarga
Hetifah menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kualitas sekolah, tetapi juga keterlibatan aktif keluarga dalam mendampingi tumbuh kembang anak.
Baca juga: Ketua BEM UGM 2025 Kritik Pergeseran Anggaran Pendidikan dalam Orasi di Teras Samarinda
Menurutnya, sekolah dan orang tua harus membangun komunikasi yang sehat dan berkelanjutan demi menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung perkembangan karakter maupun akademik siswa.
“Keluarga harus menjadi mitra aktif pendidikan, memberikan teladan nilai, mendampingi belajar, dan menjaga komunikasi emosional dengan anak,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (6/5/2026).
Ia juga mendorong sekolah agar menjadi ruang yang ramah keluarga dengan membuka akses komunikasi yang mudah dijangkau orang tua.
Menurut Hetifah, keterlibatan keluarga dalam pendidikan akan membantu menciptakan generasi yang lebih siap menghadapi tantangan masa depan.
Sekolah dan Orang Tua Diminta Bangun Komunikasi
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III Provinsi Kaltim, Muhammad Ruslie, menyoroti pentingnya komunikasi terbuka dan konsisten antara pihak sekolah dan orang tua siswa.
Baca juga: Ketua BEM UGM di Panggung Rakyat Teras Samarinda, Tiyo Ardianto: Negara Ini Bukan Kerajaan
Ia menilai sinergi dapat dibangun melalui penyamaan nilai dasar pendidikan seperti disiplin, etika, hingga pendampingan belajar di rumah.
Selain itu, keterlibatan orang tua dalam program parenting juga dianggap penting untuk mendukung perkembangan anak.
“Sinergi antara sekolah dan keluarga sangat diperlukan agar pendidikan anak berjalan optimal, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutai Kartanegara, Thauhid Afrilian Noor, menegaskan pendidikan anak merupakan tanggung jawab bersama.
Menurutnya, keluarga memiliki peran utama dalam membangun karakter dasar anak, sedangkan sekolah memperkuat aspek akademik dan keterampilan.
Baca juga: BEM KM Unmul Kritik Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud lewat Panggung Rakyat di Teras Samarinda
Penguatan Kemitraan Jadi Fokus
Dalam workshop tersebut, narasumber Suharman menjelaskan bahwa penguatan kemitraan sekolah dan keluarga perlu didukung melalui program yang terarah dan berkelanjutan.
Ia menilai peningkatan kapasitas guru dalam membangun komunikasi efektif dengan orang tua menjadi salah satu langkah penting.
Senada dengan itu, narasumber Wildaniyati menyoroti perlunya praktik konkret di sekolah, seperti forum komunikasi rutin dan kegiatan kolaboratif yang melibatkan orang tua secara langsung.
Menurutnya, partisipasi aktif keluarga akan menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih sehat dan mendukung tumbuh kembang anak secara menyeluruh.
Melalui workshop tersebut, Hetifah berharap kolaborasi antara sekolah dan keluarga dapat semakin erat dalam mencetak generasi unggul, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan global.
Baca juga: Duel Panas Persija vs Persib di Stadion Segiri Samarinda, Panpel Bahas Sistem Tiket dan Suporter
Ia menilai pendidikan yang berkualitas tidak hanya menghasilkan siswa cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat dan kemampuan sosial yang baik.
“Melalui sinergi yang kuat antara sekolah dan keluarga, kita berharap dapat melahirkan generasi Indonesia Emas yang berkualitas dan berdaya saing,” pungkasnya. (*)
| Target 2,5 Kali Panen per Tahun, Pemkot Samarinda Evaluasi Kendala Irigasi di Wilayah Pertanian |
|
|---|
| Harga Solar Non Subsidi Naik, Akademisi Unmul Samarinda Ingatkan Risiko Efek Berantai |
|
|---|
| Idul Adha 2026, Dinas Ketapangtani Samarinda Lakukan Pengawasan Hewan Ternak Agar Terbebas dari PMK |
|
|---|
| Jadwal Mati Air di Samarinda 7 Mei 2026, Ini Daftar Daerah Terdampak |
|
|---|
| Penganugerahan Apresiasi Kinerja Pemerintah Daerah Berprestasi 2026, Samarinda Raih 2 Penghargaan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260506_Ketua-Komisi-X-DPR-RI-Hetifah-Sjaifudian.jpg)