Senin, 11 Mei 2026

Berita Samarinda Terkini

Dishub Samarinda Tegaskan PAD Bukan Alasan Biarkan Kemacetan di Jalan Anggi

Dishub Samarinda menegaskan PAD dari parkir tidak boleh mengorbankan kelancaran lalu lintas

Tayang:
TRIBUNKALTIM.CO/Sintya Alfatika Sari
PARKIR BADAN JALAN - Aktivitas parkir kendaraan di badan Jalan Anggi atau Jalan KH Fakhruddin, Samarinda, Kamis (7/5/2026). Hal ini menjadi perhatian Dishub Samarinda karena memicu penyempitan jalan dan kemacetan. (TRIBUNKALTIM.CO/SINTYA ALFATIKA SARI) 

Ringkasan Berita:
  • Dishub Samarinda menegaskan fungsi jalan tetap prioritas dibanding pendapatan parkir.
  • Titik parkir di Jalan Anggi disebut menjadi penyebab penyempitan jalan dan kemacetan.
  • Pemagaran hingga penataan trotoar disiapkan sebagai solusi jangka panjang.

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda menegaskan bahwa target Pendapatan Asli Daerah (PAD) tidak akan menjadi alasan untuk menormalisasi kemacetan.

Meski aktivitas parkir di Jalan KH Fakhruddin atau eks Jalan Anggi kini resmi menyumbang kas daerah, Dishub tetap menyiapkan langkah tegas bagi titik-titik yang dinilai menjadi biang keladi penyempitan jalan.

Kepala Dishub Samarinda, Hotmarulitua Manalu, mengungkapkan bahwa kawasan di samping Masjid Islamic Center tersebut memang telah masuk dalam sistem pungutan parkir resmi dengan tarif Rp7 ribu per mobil.

Namun, ia menekankan bahwa fungsi utama jalan sebagai jalur lalu lintas tetap menjadi prioritas utama dibanding retribusi parkir.

“Parkir yang diterapkan di Jalan Anggi saat ini masuk PAD, karena padat parkir. Meski memang dampaknya sempit,” ungkapnya, Minggu (10/5/2026).

Baca juga: Basketball Campus League Regional Samarinda, Polnes Bidik Asa Lolos ke Jakarta

Perubahan Orientasi Bangunan Jadi Pemicu

Manalu menyoroti fenomena perubahan orientasi bangunan di kawasan tersebut sebagai salah satu penyebab utama munculnya parkir liar.

Menurutnya, rumah dan ruko warga yang sebelumnya membelakangi Jalan Anggi kini justru menghadap ke jalan demi memanfaatkan peluang usaha.

“Dulu rumah-rumah warga membelakangi Jalan Anggi, sekarang malah menghadap ke sana. Inilah penyebabnya,” jelas Manalu.

Perubahan fungsi kawasan tersebut membuat badan jalan semakin padat kendaraan, terutama pada malam hari dan akhir pekan.

Kondisi itu berdampak langsung terhadap arus lalu lintas yang sering mengalami perlambatan di sekitar kawasan Islamic Centre Samarinda.

Baca juga: Persib Bandung Siap Tempur di Samarinda, Bojan Hodak Tegaskan Maung Bandung Tak Mau Kalah

Dishub Siapkan Pemagaran dan Penataan Trotoar

Dishub Samarinda mengaku telah memanggil sejumlah pemilik bangunan yang memiliki Hak Guna Bangunan (HGB) di kawasan tersebut guna mencari solusi jangka panjang.

“Saya sudah panggil, dan solusinya dipagari atau ditutup. Kalau sudah dipagari, pasti tidak ada lagi parkir di sana,” tegasnya.

Selain pemagaran, Dishub juga menyiapkan konsep penataan trotoar pada sejumlah celukan jalan yang selama ini kerap dijadikan lokasi parkir permanen oleh pelaku usaha travel maupun pengunjung.

Langkah penataan tersebut diharapkan mampu mengembalikan fungsi jalan dan trotoar sebagaimana mestinya.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved