Berita Kutim Terkini
Sirnas C Bupati Open Kutim 2026 Sukses Digelar, Atlet Lokal Jadi Bahan Evaluasi
Sirnas C Bupati Open Kutim 2026 sukses digelar. Pemkab Kutim kini fokus memperkuat pembinaan atlet lokal
Penulis: Nurila Firdaus | Editor: Amelia Mutia Rachmah
Ringkasan Berita:
- PBSI Kutim sukses menggelar Sirnas C Bupati Open Kutim 2026 bertaraf nasional.
- Atlet luar daerah masih mendominasi gelar juara dalam turnamen tersebut.
- Pemkab Kutim akan memperkuat pembinaan atlet usia dini dan klub lokal profesional.
TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA - Pengurus Kabupaten Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (Pengkab PBSI) Kutai Timur, Kalimantan Timur sukses menggelar kejuaraan bulutangkis bertaraf nasional, Sirkuit Nasional (Sirnas) C Bupati Open Kutim 2026.
Turnamen ini menjadi bukti kesiapan Kutai Timur sebagai tuan rumah ajang olahraga besar nasional.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kutai Timur, Rizali Hadi, yang hadir langsung menutup jalannya turnamen menyampaikan apresiasi tinggi terhadap kinerja panitia penyelenggara.
Menurutnya, kesuksesan event ini membawa kebanggaan tersendiri bagi seluruh masyarakat Kabupaten Kutai Timur.
Pemerintah Kabupaten Kutai Timur menilai bahwa kepercayaan yang diberikan oleh PBSI Pusat dan Provinsi tidak lepas dari ketersediaan fasilitas olahraga yang representatif di wilayah tersebut.
Baca juga: 6 Fakta 15 Orang ASN di Kutim Pakai Fake GPS, Akali Sistem Presensi Digital, Seolah Ada di Kantor
"Kita di Kabupaten Kutai Timur dengan fasilitas yang kita miliki yang cukup representatif, dan satu kebanggaan kita juga PBSI Kabupaten Kutai Timur mampu menyelenggarakan kejuaraan ini dengan taraf nasional ya, Sirnas C yang dilaksanakan di Kabupaten Kutai Timur," ujar Rizali Hadi, Minggu (17/5/2026).
Atlet Luar Daerah Masih Dominasi
Meski sukses secara penyelenggaraan, jalannya turnamen ini juga menyisakan catatan penting bagi dunia olahraga lokal.
Pasalnya, dominasi juara dalam kejuaraan ini masih dipegang oleh atlet-atlet yang berasal dari luar daerah Kutai Timur.
Banyak atlet lokal yang langkahnya harus terhenti di babak semifinal karena ketatnya persaingan dari klub-klub besar luar daerah. Kondisi ini menjadi bahan evaluasi besar bagi pembinaan atlet bulutangkis di Kutai Timur ke depan.
"Ini menjadi pembelajaran, pembelajaran dalam arti kita melihat bahwa atlet-atlet yang berprestasi pada saat ini pembinaan ya juga bukan instan ya, tetapi melalui proses yang cukup panjang," kata Rizali.
Baca juga: Penutupan Pelatihan Dasar CPNS Kutim, Bupati Ardiansyah Ceritakan Perjalanan Karier Sebagai ASN
Pemerintah daerah melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kutim didesak untuk terus memperkuat sinergi.
Evaluasi ini diharapkan mampu melahirkan program pembinaan jangka panjang yang lebih terstruktur.
Pemkab Kutim Siapkan Pembinaan Jangka Panjang
Rizali juga sempat menyoroti adanya talenta asal Kutim yang justru memperkuat klub besar nasional seperti Jaya Raya.
Baginya, hal tersebut harus menjadi pemacu semangat bagi daerah untuk mendirikan klub lokal yang memiliki manajemen profesional setara klub nasional.
| 6 Fakta 15 Orang ASN di Kutim Pakai Fake GPS, Akali Sistem Presensi Digital, Seolah Ada di Kantor |
|
|---|
| Heboh ASN Kutai Timur Akali Absensi Pakai Fake GPS, 15 Pegawai Terancam Sanksi Berat |
|
|---|
| Penutupan Pelatihan Dasar CPNS Kutim, Bupati Ardiansyah Ceritakan Perjalanan Karier Sebagai ASN |
|
|---|
| Buaya Monster 4 Meter Pemangsa Bocah di Sangatta Kutai Timur Berhasil Dibekuk |
|
|---|
| Jalan Terjal Atlet Bulutangkis Lokal di Sirnas C Kutim 2026, Terkendala Pengalaman dan Jam Terbang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260517_Kejuaraan-Bulutangkis-Sirnas-C-Bupati-Open-2026-di-GOR-Kudungga.jpg)