Selasa, 19 Mei 2026

Berita Kaltim Terkini

Peran 'Sniper' di Kampung Narkoba Samarinda, Pengawas 24 Jam Pembocor Komando Polisi

Tabir gelap di balik ketatnya penjagaan kampung narkoba di kawasan Kedondong dan Gang Langgar,

Tayang:
Penulis: Gregorius Agung Salmon | Editor: Budi Susilo
TribunKaltim.co/Gregorius Agung Salmon
PENGGEBREKAN KAMPUNG NARKOBA - Petugas BNN melakukan penyisiran di sejumlah dijalan Gatot Subroto, gang 1, Kelurahan Pelita, Kota Samarinda, Kalimantan Timur. (TribunKaltim.co/Gregorius Agung Salmon) 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA – Tabir gelap di balik ketatnya penjagaan kampung narkoba di kawasan Kedondong dan Gang Langgar, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, perlahan mulai terkuak. 

Kawasan yang masuk dalam daftar zona merah ini tidak hanya perihal perputaran uang haram sabu yang mencapai ratusan juta rupiah per hari, melainkan juga tentang rapinya sistem pertahanan yang dikendalikan oleh para informan atau yang dijuluki kelompok mereka sebagai Sniper.

Dalam operasi terpisah yang digelar baru-baru ini, Tim Khusus (Timsus) Ditresnarkoba Polda Kaltim membekuk dua tersangka utama berinisial ID dan HY di kawasan Kedondong.

Sementara itu, Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri juga mengobrak-abrik wilayah Gang Langgar dan mengamankan 13 tersangka, termasuk seorang oknum anggota Polri, Bripka Dedy Wiratama, yang diduga kuat membelot menjadi bagian dari pengawas situasi lapangan.

Baca juga: Bukan Penembak Jitu, Inilah Tugas Sniper Buat Kampung Narkoba di Samarinda Sulit Ditembus Polisi

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Kaltim, Kombes Pol. Yuliyanto, membenarkan adanya istilah sniper yang digunakan oleh jaringan pengedar narkotika di Samarinda tersebut.

Istilah ini terungkap setelah penyidik melakukan pemeriksaan mendalam terhadap para tersangka yang berhasil diamankan.

"Sniper itu adalah mereka, orang-orang yang terlibat dalam kelompok di kampung tersebut, yang bertugas mengawasi siapa saja yang masuk ke situ. Mereka memfoto (orang asing masuk) dan menginformasikannya kepada orang-orang yang ada di dalam," jelas Kombes Pol. Yuliyanto pada Senin, (18/5/2026).

Keberadaan para pemantau inilah yang selama ini kerap menjadi tembok penghalang dan menyebabkan operasi kepolisian di lapangan mengalami kebuntuan.

"Ketika mereka mencurigai ada polisi atau aparat penegak hukum yang mencoba masuk, informasi langsung disebar. Itulah kendala penegakan hukum kita di sana, sehingga sering muncul anggapan bahwa penggerebekan di kampung narkoba bocor. Nah, itulah peran dari sniper," tambahnya.

Yuliyanto memastikan pihak Polda Kaltim telah menangkap sniper yang beroperasi di Gang Kedondong.

Sementara untuk rincian jumlah peran sniper dalam kasus Gang Langgar yang menyeret oknum kepolisian, kasus tersebut kini ditarik dan ditangani penuh oleh Bareskrim Polri.

Sistem keamanan berlapis berbasis informan ini juga dirasakan langsung oleh warga lokal. 

Sebelumnya, Ketua RT 34 Kelurahan Karang Anyar, Ibu Rahmawati, menuturkan bahwa para sniper ini disebar secara tak kasat mata di berbagai titik masuk kampung.

"Ada (sniper), kadang-kadang ada. Mereka memantau setiap ada orang baru. Cuma saya kurang paham titik pastinya di mana saja," kata Rahmawati saat ditemui usai diminta polisi menjadi saksi penyitaan barang bukti.

Rahmawati membeberkan bahwa peredaran sabu di wilayahnya berlangsung secara terang-terangan selama 24 jam penuh, tanpa mengenal waktu.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved