Berita Penajam Terkini
Warga Waru Penajam Paser Utara Curhat soal Sawit dan Masjid ke Bupati PPU Mudyat Noor
Pertemuan itu berlangsung terbuka. Warga menyampaikan langsung persoalan yang mereka hadapi di hadapan bupati, wakil bupati,
Penulis: Nita Rahayu | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM — Harga sawit yang anjlok, menara masjid yang retak, hingga banjir pasang menjadi keluhan utama warga Kecamatan Waru saat bertemu Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Mudyat Noor dalam Safari Jumat di Masjid Darul Aman, Jumat (22/5/2026).
Pertemuan itu berlangsung terbuka. Warga menyampaikan langsung persoalan yang mereka hadapi di hadapan bupati, wakil bupati, dan sejumlah kepala OPD yang ikut hadir.
Salah satu keluhan datang dari petani sawit. Mereka mengaku harga tandan buah segar (TBS) terus turun dalam beberapa waktu terakhir. Bahkan penurunannya disebut mencapai Rp800 per kilogram.
Menanggapi hal itu, Bupati Penajam Paser Utara, Mudyat Noor, mengatakan fluktuasi harga sawit dipengaruhi banyak faktor, termasuk tata niaga di lapangan.
Baca juga: Bupati PPU Mudyat Noor Pastikan TPP ASN Tak Dipotong Meski Dihantam Badai Fiskal
“Selama ini memang banyak permainan harga sawit. Kita berharap penurunan harga sawit ini bisa segera teratasi,” kata Mudyat Noor.
Selain soal sawit, perhatian warga juga tertuju pada kondisi Masjid Darul Aman.
Pengurus masjid mengungkapkan menara masjid mengalami pergeseran, yang memicu retakan pada beberapa bagian bangunan.
Kondisi itu dikhawatirkan membahayakan jamaah.
Bupati Penajam Paser Utara, Mudyat Noor meminta persoalan tersebut segera ditangani, dan mengutamakan keselamatan.
“Kalau memang menara itu berdampak terhadap bangunan masjid dan membahayakan, lebih baik dibongkar demi keselamatan umat. Kita tidak bisa membayangkan kalau terjadi sesuatu yang tidak diinginkan,” ujarnya.
Tak hanya itu, pengurus masjid juga mengeluhkan minimnya bantuan hewan kurban, karena masjid tidak memiliki donatur tetap.
Baca juga: Bupati PPU Mudyat Noor Wanti-wanti Program Tangguh RT Harus Benar-benar Sesuai Kebutuhan Warga
Mereka turut menyoroti insentif marbot, dan imam masjid yang dinilai masih rendah, sekitar Rp200 ribu.
Di sisi lain, warga sekitar masjid mengaku kerap terdampak banjir rob saat air pasang.
Genangan disebut sering masuk, ke area belakang masjid dan permukiman warga.
Mereka berharap pemerintah membangun tanggul untuk mengurangi banjir, bahkan warga mengaku siap menghibahkan lahan jika pembangunan direalisasikan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260522_Bupati-PPU-Mudyat-Noor.jpg)