Berita Berau Terkini
Ini Daftar Wilayah Zona Merah Kebakaran Rumah dan Karhutla di Berau
Inilah daftar wilayah zona merah kebakaran rumah dan kebakaran hutan dan lahan atau Karhutla di Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur.
Penulis: Renata Andini Pengesti | Editor: Miftah Aulia Anggraini
Ringkasan Berita:
- Tanjung Redeb, Teluk Bayur, Gunung Tabur, dan Sambaliung rawan kebakaran rumah. Wilayah Segah, Tabalar, dan Tanjung Batu rawan karhutla.
- Tercatat 29 kasus kebakaran permukiman hingga Mei 2026, yang didominasi oleh kelalaian standar instalasi dan korsleting listrik.
- Petugas sering terlambat menerima laporan karena warga terlambat melapor dan adanya gangguan jaringan pada nomor darurat lokal.
TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB — Ini daftar wilayah zona merah kebakaran rumah dan kebakaran hutan dan lahan atau Karhutla di Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur.
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Berau resmi memetakan sejumlah wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap bencana kebakaran sepanjang tahun 2026.
Kepala Disdamkarmat Berau, Rakhmadi Pasarakan mengungkapkan bahwa untuk kategori kebakaran permukiman, kawasan perkotaan masih menjadi daerah yang paling rawan.
Empat kecamatan terdekat kini ditetapkan masuk ke dalam zona merah.
Baca juga: 29 Kasus Kebakaran Melanda Berau Sejak Januari 2026, Damkar Petakan Wilayah Zona Merah
"Kalau untuk pemukiman, daerah perkotaan. Empat kecamatan kota juga, yaitu Tanjung Redeb, Teluk Bayur, Gunung Tabur, sama Sambaliung. Itu zona merah daerah kebakaran pemukiman," papar Rakhmadi kepada Tribunkaltim.co, Senin (25/5/2026).
Sementara itu, untuk kategori karhutla, Disdamkarmat Berau menetapkan wilayah yang berbeda dalam radar zona merah mereka.
Wilayah-wilayah tersebut meliputi Kecamatan Segah, Teluk Bayur, Tabalar, dan Tanjung Batu.
Korsleting Listrik Jadi Biang Kerok Utama
Berdasarkan data yang dihimpun Disdamkarmat Berau, sejak Januari hingga Mei 2026, tercatat sudah ada 29 kejadian kebakaran permukiman di wilayah Berau.
Baca juga: Kronologi Kebakaran di Jalan Revolusi Samarinda yang Hanguskan 5 Rumah
Rinciannya meliputi 11 kasus pada Januari, masing-masing 3 kasus pada Februari dan Maret, disusul lonjakan 8 kasus pada April, serta 4 kasus pada Mei.
Dari puluhan kasus tersebut, kelalaian dalam memerhatikan instalasi listrik menjadi pemicu utama.
Warga dinilai masih sering mengabaikan kelayakan kabel dan muatan listrik di rumah masing-masing.
“Kalau kebakaran rata-rata korsleting ya. Dominan itu listrik terbesar. Secara aturan kan instalasi listrik itu 4 tahun sekali harus dicek ulang, di-repair ulang. Terus banyak juga yang tidak sesuai standar,” jelasnya.
Baca juga: 3 Dampak Besar dari Kebakaran di Klandasan Ulu Balikpapan, Cek Daftar Nama Korban
Kendala Laporan Warga dan Jaringan Darurat
Selain faktor teknis di rumah warga, pihak Disdamkarmat Berau juga menyoroti kendala di lapangan, terutama keterlambatan informasi yang diterima petugas.
| Tembus 913 Ekor! Pantauan Drone Beresolusi Tinggi Rekam Ratusan Penyu di Kepulauan Derawan |
|
|---|
| Bukan Cuma Wisata, Ini Alasan Kepulauan Derawan Jadi Rumah Penyu Hijau Terbesar di Indonesia |
|
|---|
| Balai Pelestarian Kebudayaan Bantuan Rehabilitasi Keraton Sambaliung Berau |
|
|---|
| Bukan Cuma Sangalaki, Pulau Tak Berpenghuni di Berau Ini Jadi Surga Paling Aman bagi Penyu Bertelur |
|
|---|
| 29 Kasus Kebakaran Melanda Berau Sejak Januari 2026, Damkar Petakan Wilayah Zona Merah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/kebakaran-di-berau.jpg)