Berita Samarinda Terkini
Kena Razia Pajak di GOR Segiri Samarinda, Pengendara Sudah Percaya Diri Bawa SIM Ternyata STNK Mati
Operasi penertiban pajak kendaraan di halaman parkir GOR Segiri, Kota Samarinda, Kalimantan Timur pada Senin
Penulis: Gregorius Agung Salmon | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA – Operasi penertiban pajak kendaraan di halaman parkir GOR Segiri, Kota Samarinda, Kalimantan Timur pada Senin (25/5/2026) sore, memicu berbagai reaksi unik dari para pengendara yang melintas.
Reaksi pun mulai dari mereka yang terjaring karena lalai bayar pajak, hingga yang lolos dan memberikan kritik soal pajak.
Kegitan yang diinisiasi oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui UPTD Pelayanan Pajak dan Retribusi Daerah (PPRD) Kota Samarinda serta Satlantas Polresta Samarinda bersama Jasa Raharja Samarinda yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran wajib pajak sekaligus mendata kendaraan bermasalah serta kendaraan yang berpelat luar daerah.
Salah seorang pengendara roda dua yang terjaring razia yang ditemui Tribunkaltim yaitu Helda menceritakan menggelitik usai terjaring.
Baca juga: DPRD Optimistis Balikpapan Dapat Bagian Pendapatan Pajak Kendaraan Bermotor
Dirinya mengaku awalnya sangat percaya diri alias PD saat melihat adanya pemeriksaan petugas karena merasa perlengkapan berkendaranya sudah lengkap saat melintas di jalan Kusuma Bangsa.
"Saya itu mau lurus ke arah kost, udah PD banget. Oke, ada tilang nih, ya. Enggak apa-apalah, ada SIM, ada helm, gitu kan. Ternyata STNK-nya (yang bermasalah). Nah, saya buka lah jaket saya kan, saya keluarkan dengan PD-nya STNK saya. Ternyata mati," ujar Helda sembari tertawa kecilnya.
Saat dikonfirmasi mengenai masa berlaku STNK-nya, Helda mengaku tidak menyadari kalau pajaknya sudah kedaluwarsa.
"Saya enggak tahu ya, kayaknya terakhir (aktif) 2025," imbuhnya.
Meski terjaring, ia tetap mengapresiasi operasi pajak kendaraan tersebut.
"Bagus banget. Jadi masyarakat sekitar bisa lebih aware lagi soal pajaknya gitu," ucapnya.
Berbeda dengan Helda, Sopirin, seorang driver ojek online (ojol) di Samarinda yang lolos dari razia karena surat-suratnya lengkap, justru memberikan pesan yang cukup mendalam bagi pemerintah dan masyarakat.
Ia menilai, sebagai pelayan jasa transportasi, sudah sepatutnya ia memberikan contoh yang baik.
"Saya sebagai driver ojol Samarinda harus bisa memberikan contoh kepada masyarakat. Taati pajak, maka pajak itu untuk membangun kota. Tapi kita masyarakat juga harus awasi pajak itu, jangan sampai dikorupsi," tegasnya.
Baca juga: Tak Perlu ke Samsat, Cara Bayar Pajak Kendaraan Bermotor lewat Simpator Kaltim, bisa Pakai QRIS
Ia juga menyoroti pentingnya transparansi informasi dari pemerintah kepada masyarakat kelas bawah agar edukasi berjalan dua arah.
"Selama ini kita orang kecil nih tidak tahu berapa pajak satu tahun kota kita, bahkan kita tidak mengetahui gaji para pejabat seperti presiden, gubernur. Bagaimana masyarakat bisa cerdas, kalau yang cerdas tidak bisa mencerdaskan yang bawah. Ini yang kita inginkan. Semoga teman-teman di Samarinda taat pajak," tambahnya.
| Ratusan Kendaraan Terjaring Razia, Operasi Pajak Samarinda Bongkar Pelat Luar Daerah |
|
|---|
| Kawal SPMB 2026, Pemkot Samarinda Siapkan Satgas Khusus dan Kanal Pengaduan Publik |
|
|---|
| Walikota Samarinda Andi Harun Larang Keras Praktik Siswa Titipan dalam SPMB 2026: Itu Diskriminasi |
|
|---|
| Gelar Workshop Radio Komunikasi, Dxpedition Team Kaltim Kenalkan IKN Pada Dunia |
|
|---|
| Korban Sempat Azan Subuh di Langgar di Karang Asam Ulu Samarinda Sebelum Ditemukan Tewas |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260525_Razia-Pajak-Kendaraan-Bermotor-di-Samarinda.jpg)