Ibadah Haji 2026
Satu Jemaah Wafat Sebelum Tarwiyah, Begini Kabar Terbaru Kloter BPN 02 Balikpapan di Arafah
Jemaah haji Kloter BPN 02 asal Balikpapan dilaporkan dalam kondisi sehat saat menjalani puncak ibadah haji di Arafah, Arab Saudi.
Penulis: Siti Zubaidah | Editor: Miftah Aulia Anggraini
Ringkasan Berita:
- Kloter BPN 02 Balikpapan menjalani puncak ibadah haji di Arafah dengan kondisi jamaah mayoritas sehat.
- Satu jemaah haji bernama Masran bin Petta Condeng meninggal dunia sebelum Hari Tarwiyah.
- Jemaah haji menghadapi tantangan suhu ekstrem, kepadatan jutaan manusia, hingga perjalanan jauh saat lempar jumrah.
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN — Jemaah haji kelompok terbang (Kloter) BPN 02 asal Balikpapan saat ini tengah menjalani puncak ibadah haji 2026 di Arafah, Arab Saudi.
Di tengah suhu panas ekstrem dan kepadatan jutaan jemaah dari berbagai negara, seluruh jemaah haji dilaporkan dalam kondisi sehat, meski satu jemaah haji meninggal dunia sebelum Hari Tarwiyah.
Kabar tersebut disampaikan Pembimbing Ibadah Haji KBIHU Shafa Al Anshar Balikpapan, Jailani saat diwawancarai TribunKaltim.co melalui WhatsApp, Selasa (26/5/2026).
Jailani menyampaikan kondisi terkini jemaah haji asal Balikpapan yang sedang menjalani rangkaian ibadah puncak haji di Tanah Suci.
Baca juga: Kabar Duka dari Tanah Suci, Jemaah Haji Tarakan Meninggal Jelang Wukuf, Tangis Keluarga Pecah
“Saat ini jemaah haji BPN 02 baru selesai melaksanakan ibadah salat subuh di Arafah. Alhamdulillah semua jemaah haji dalam keadaan sehat wal afiat, terkecuali ada satu orang jemaah bernama Masran bin Petta Condeng yang telah wafat satu hari sebelum Hari Tarwiyah, yakni 7 Dzulhijjah,” ujar Jailani.
Menurutnya, pelaksanaan ibadah haji bukan sekadar perjalanan spiritual, tetapi juga perjuangan besar yang menguras fisik, mental, hingga pengorbanan finansial yang dipersiapkan jamaah selama bertahun-tahun.
Ia mengatakan, jemaah haji saat ini menghadapi tantangan berat berupa suhu ekstrem di kawasan padang pasir Arab Saudi serta kepadatan jutaan manusia yang berkumpul untuk menjalankan rangkaian ibadah haji.
Kondisi tersebut menuntut stamina prima, terutama menjelang prosesi lempar jumrah pada 10 Dzulhijjah, di mana jamaah harus berjalan kaki menempuh jarak cukup jauh.
Baca juga: 5 Fakta Jemaah Haji Indonesia Hilang di Makkah, Ditemukan Meninggal di Jabal Kudai
“Saat ini jemaah haji dihadapkan pada tantangan suhu ekstrem di padang pasir dan kepadatan jutaan manusia, yang menuntut stamina prima saat berjalan kaki berkilo-kilometer untuk melempar jumrah nanti pada tanggal 10 Dzulhijjah,” jelasnya.
Tantangan paling berat, lanjut Jailani, dirasakan oleh jemaah haji lanjut usia yang harus berjuang melawan keterbatasan fisik dengan bantuan kursi roda maupun layanan khusus disabilitas agar tetap dapat menyelesaikan seluruh wajib dan rukun haji.
“Banyak jemaah haji lanjut usia yang harus berjuang melawan keterbatasan fisik dengan bantuan kursi roda atau layanan khusus disabilitas agar dapat menyelesaikan rangkaian wajib dan rukun haji,” katanya.
Selain faktor cuaca dan kondisi fisik, kepadatan jamaah saat menjalani mabit atau bermalam di Mina dan Muzdalifah juga menjadi ujian tersendiri bagi jemaah haji.
“Berdesak-desakan dan bermalam di Mina serta Muzdalifah menjadi ujian puncak yang menguji keikhlasan jemaah,” tuturnya. (*)
| Kabar Duka dari Tanah Suci, Jemaah Haji Tarakan Meninggal Jelang Wukuf, Tangis Keluarga Pecah |
|
|---|
| Kronologi Jemaah Haji Asal Jakarta yang Hilang dan Ditemukan Meninggal, Petugas Siapkan Badal Haji |
|
|---|
| 5 Fakta Viral Jemaah Haji Hilang di Makkah, Pamit Salat Jumat dan Pergi Hanya Bawa Gelang Haji |
|
|---|
| Pelayanan Haji Terakhir Jelang Pensiun, Mohlis Hasan: Tugasku adalah Ibadahku |
|
|---|
| Kloter BPN-17 Terbang Lebih Cepat, Gabung dengan Jemaah Haji Asal Banten |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260526_Kloter-BPN-02-Balikpapan-menjalani-puncak-ibadah-haji-di-Arafah.jpg)