Kamis, 28 Mei 2026

Orang Utan di Kutai Timur

Masih Ingat Orang Utan yang Viral Kurus Kering di Kutim? Kini Sehat dan Dilepasliar

Masih ingat video viral orang utan kurus kering yang turun ke jalanan di Kutai Timur, Kalimantan Timur?

Tayang:
Instagram/bksda_kaltim
ORANG UTAN - Potret dua orang utan tampak kurus kering (kiri) videonya sempat viral di media sosial, kini sudah sehat dan dilepaskan ke Hutan Lindung Gunung Batu Mesangat, Kutai Timur, Kaltim (kanan). 

Ringkasan Berita:
  • Video viral dua orang utan kurus kering di area tambang Kutai Timur, Kalimantan Timur, sempat menghebohkan media sosial
  • BKSDA Kalimantan Timur bersama Centre for Orangutan Protection (COP) melakukan penyelamatan dan rehabilitasi intensif
  • Setelah menjalani pemulihan selama sekitar enam bulan, Mauliyan dan Ariandi dinyatakan sehat dan siap dilepasliarkan ke Hutan Lindung Gunung Batu Mesangat di Kecamatan Busang, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur.

TRIBUNKALTIM.CO - Masih ingat video viral Orang Utan kurus kering yang turun ke jalanan di Kutai Timur, Kalimantan Timur?

Ya, jagat maya sempat dihebohkan oleh rekaman video dua individu Orang Utan yang berjalan di area tambang yang tampak kurus kering.

Dua orang utan yang terekam kamera itu memiliki nama Mauliyan, sesosok induk orangutan, bersama anaknya yang diberi nama Ariandi.

Diunggah akun Instagram @bksda_kaltim, 30 April 2026, Orang Utan itu dinyatakan sehat dan  siap kembali ke habitatnya.

Baca juga: Viral Video Orang Utan di Kaltim, Bongkar Sampah demi Makan di Pinggir Jalan Kutai Timur

Berikut cerita selengkapnya.

Penyelamatan Orang Utan

ORANG UTAN - Potret dua orang utan tampak kurus kering (kiri) videonya sempat viral di media sosial, kini sudah sehat dan dilepaskan ke Hutan Lindung Gunung Batu Mesangat, Kutai Timur, Kaltim (kanan).
ORANG UTAN - Potret dua orang utan tampak kurus kering (kiri) videonya sempat viral di media sosial, kini sudah sehat dan dilepaskan ke Hutan Lindung Gunung Batu Mesangat, Kutai Timur, Kaltim (kanan). (Instagram/bksda_kaltim)

Tepat pada bulan September 2023, operasi penyelamatan itu dilakukan. 

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur—sebuah unit pelaksana teknis di bawah Kementerian Kehutanan yang bertanggung jawab atas pengelolaan konservasi alam dan satwa liar di wilayah kerja tersebut—bergandengan tangan dengan Centre for Orangutan Protection (COP).

Sebagai informasi, COP merupakan sebuah organisasi non-pemerintah atau lembaga swadaya masyarakat yang mendedikasikan seluruh gerakannya untuk melakukan perlindungan, rehabilitasi, dan advokasi demi kelestarian orangutan yang statusnya kian terancam punah.

Saat tim penyelamat tiba di lokasi titik koordinat kawasan pertambangan, pemandangan memilukan langsung menyambut mereka.

Mauliyan ditemukan dalam kondisi fisik yang sangat memprihatinkan dan berada di ambang batas ketahanan tubuhnya.

Tubuh sang induk terlihat sangat kurus kering, menyisakan tonjolan tulang-tulang di balik kulitnya yang berkerut.

Serta hampir kehilangan seluruh rambut ikonik berwarna cokelat kemerahan yang biasa menyelimuti tubuh orangutan dewasa.

Usai proses evakuasi yang menegangkan di area pertambangan berhasil dituntaskan, perjalanan panjang Mauliyan dan Ariandi berlanjut ke babak baru.

Keduanya langsung dilarikan menuju pusat rehabilitasi orangutan yang dikelola oleh COP.

Fasilitas rehabilitasi ini merupakan sebuah tempat penangkaran dan perawatan intensif semi-alami yang dirancang khusus untuk mengembalikan sifat liar, memulihkan trauma, serta menyembuhkan berbagai penyakit fisik yang diderita oleh orangutan korban konflik sebelum mereka dianggap siap untuk dilepaskan kembali ke alam bebas.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved