Senin, 1 Juni 2026

Berita Balikpapan Terkini

Warga Balikpapan Utara Terbangun Tengah Malam karena Teriakan Banjir: Air Masuk Jam 12 Malam

Hujan deras yang mengguyur Balikpapan sejak Kamis malam menyebabkan kawasan Perum Sosial RT 28, Baru Ampar, Balikpapan Utara terendam banjir.

Tayang:
TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO
BERSIHKAN LUMPUR BANJIR - Gunarno dibantu anak perempuannya sedang membersihkan lumpur yang berada di kawasan Perum Sosial RT 28, Kelurahan Baru Ampar, Kecamatan Balikpapan Utara, Jumat (29/5/2026). (TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO) 

Ringkasan Berita:
  • Banjir merendam kawasan Perum Sosial RT 28, Baru Ampar, Balikpapan Utara setelah hujan deras sejak Kamis malam.
  • Warga menyebut air mulai masuk ke rumah sekitar pukul 00.30 Wita dengan ketinggian mencapai 15–20 sentimeter.
  • Sejumlah warga mulai membersihkan lumpur dan sampah, sementara barang elektronik ditinggikan untuk mengantisipasi banjir susulan.

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN – Hujan deras yang mengguyur Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur, sejak Kamis (28/5/2026) malam menyebabkan sejumlah kawasan terendam banjir dan genangan air cukup tinggi.

Salah satu wilayah terdampak berada di kawasan Perum Sosial RT 28, Kelurahan Baru Ampar, Kecamatan Balikpapan Utara.

Berdasarkan pantauan Tribunkaltim.co di lokasi pada Jumat (29/5/2026) pagi, kondisi air sebagian besar sudah mulai surut.

Meski demikian, masih terdapat beberapa titik genangan serta tumpukan sampah yang tersisa di sekitar parit.

Baca juga: Inilah Konsep Berbasis Alam dari Singapura untuk Kendalikan Banjir Balikpapan

Sejumlah warga juga tampak mulai membersihkan rumah mereka dari lumpur sisa banjir.

Salah satunya Gunarno, warga Perum Sosial yang sudah menetap di kawasan tersebut sejak tahun 2008.

Menurut Gunarno, banjir mulai sering terjadi di kawasan itu sejak awal tahun 2015.

“Hujan mulai sekitar pukul 22.00 Wita. Banjir masuk sekitar pukul 00.30 dini hari sampai sekitar pukul 04.00 subuh,” ujarnya saat ditemui Tribunkaltim.co.

Baca juga: Banjir Balikpapan Disorot DPRD Kota dan Kaltim, DAS Ampal Jadi Titik Krusial

Ia mengaku awalnya sedang tertidur bersama keluarga sebelum akhirnya terbangun setelah mendengar teriakan warga.

“Saya dan keluarga awalnya tertidur, kemudian terbangun karena orang-orang teriak banjir, banjir,” katanya.

Meski rumahnya berada di posisi yang cukup tinggi, air tetap masuk dan menggenangi rumah setinggi sekitar 15 hingga 20 sentimeter.

Pantauan di lokasi, Gunarno yang mengenakan kaos biru dan celana pendek biru tampak sibuk membersihkan lumpur di teras rumah menggunakan sapu.

Ia juga dibantu anak perempuannya yang mengenakan sweater ungu dan celana pendek hitam sambil menyiram lantai menggunakan selang air.

Baca juga: 4 Poin Sorotan Banjir Balikpapan, DPRD Kaltim Sebut Butuh Dana Penanganan hingga Rp1 Triliun

Menurutnya, ada beberapa titik di kawasan perumahan yang terdampak banjir lebih parah.

“Semakin ke dalam perumahan, airnya semakin tinggi,” ungkapnya.

Untuk mengantisipasi banjir yang kerap terjadi, Gunarno mengaku telah melakukan berbagai penyesuaian di dalam rumahnya.

Ia sengaja menempatkan lemari es dan sejumlah barang elektronik di atas meja yang lebih tinggi agar tidak terkena air saat banjir datang.

“Barang elektronik sudah saya tinggikan untuk antisipasi kalau banjir datang lagi,” katanya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved