Senin, 1 Juni 2026

Berita Kaltim Terkini

Daftar 7 Provinsi dengan Pengeluaran Bukan Makanan Terbanyak, Kaltim Nomor 3!

Berikut provinsi di Indonesia dengan pengeluaran bukan makanan tertinggi, Kalimantan Timur masuk 3 besar.

Tayang:
Grafis Tribun Kaltim/Canva
PENGELUARAN BUKAN MAKANAN - Ilustrasi. Berikut provinsi di Indonesia dengan pengeluaran bukan makanan tertinggi, Kalimantan Timur masuk 3 besar. 
Ringkasan Berita:
  • Data Badan Pusat Statistik melalui Survei Sosial Ekonomi Nasional September 2025 menunjukkan DKI Jakarta menjadi provinsi dengan rata-rata pengeluaran bukan makanan tertinggi di Indonesia
  • Kalimantan Timur menempati peringkat ketiga nasional dengan rata-rata pengeluaran bukan makanan mencapai Rp 1,215 juta per kapita per bulan pada 2025
  • Pengeluaran bukan makanan mencakup kebutuhan perumahan, pakaian, transportasi, pendidikan, kesehatan, barang tahan lama, pajak, asuransi, hingga kebutuhan sosial

TRIBUNKALTIM.CO - Berikut provinsi di Indonesia dengan pengeluaran bukan makanan tertinggi, Kalimantan Timur masuk 3 besar.

Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) melalui Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) September 2025, terdapat sejumlah provinsi yang mencatat rata-rata pengeluaran bukan makanan per kapita per bulan jauh di atas rata-rata nasional.

Provinsi Kalimantan Timur berhasil menempati posisi ketiga tertinggi di Indonesia.

Data tersebut menjadi gambaran bagaimana masyarakat membelanjakan pendapatannya tidak hanya untuk kebutuhan pangan sehari-hari, tetapi juga untuk berbagai kebutuhan lain yang menunjang kualitas hidup, mulai dari tempat tinggal, pendidikan, transportasi, hingga berbagai barang dan jasa lainnya.

Baca juga: 5 Daerah dengan Pengeluaran Laki-laki Paling Rendah di Kaltim, Selisihnya Jauh dari Bontang

BPS mencatat rata-rata pengeluaran bukan makanan nasional pada September 2025 mencapai Rp 780.042 per kapita per bulan.

Angka ini sedikit meningkat dibandingkan September 2024 yang berada di angka Rp 779.528 per kapita per bulan.

Apa Itu Pengeluaran Makanan dan Bukan Makanan?

Dalam publikasi resmi BPS, rata-rata pengeluaran per kapita sebulan merupakan rata-rata konsumsi seluruh anggota rumah tangga yang dihitung per orang dalam satu bulan.

Pengeluaran makanan mencakup berbagai kebutuhan konsumsi sehari-hari seperti padi-padian, umbi-umbian, ikan, udang, cumi-cumi, kerang, daging, telur, susu, sayuran, kacang-kacangan, buah-buahan, minyak, kelapa, bahan minuman, bumbu-bumbuan, makanan jadi hingga rokok dan tembakau.

Sementara itu, pengeluaran bukan makanan mencakup kebutuhan selain pangan.

Kelompok ini meliputi biaya perumahan, fasilitas rumah tangga, aneka barang dan jasa, pakaian, alas kaki, tutup kepala, barang tahan lama, pajak, pungutan, asuransi, hingga keperluan pesta dan upacara atau kenduri.

BPS menjelaskan bahwa penghitungan konsumsi makanan menggunakan pendekatan konsumsi atau consumption approach. Artinya, yang dicatat adalah makanan, minuman, dan rokok yang benar-benar dikonsumsi anggota rumah tangga selama seminggu terakhir.

Sedangkan untuk barang bukan makanan dan barang tahan lama digunakan pendekatan penyerahan barang atau delivery approach, yakni nilai barang dicatat ketika barang tersebut telah diterima oleh rumah tangga.

Data tersebut diperoleh dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) September 2025 yang dilaksanakan BPS di seluruh wilayah Indonesia.

Kaltim Masuk Tiga Besar Nasional

Kalimantan Timur menjadi salah satu daerah dengan rata-rata pengeluaran bukan makanan tertinggi di Indonesia.

Pada September 2025, rata-rata pengeluaran bukan makanan masyarakat Kalimantan Timur mencapai Rp 1.215.194 per kapita per bulan.

Angka tersebut meningkat dibandingkan September 2024 yang tercatat sebesar Rp 1.095.281 per kapita per bulan.

Provinsi Kalimantan Timur hanya berada di bawah DKI Jakarta dan Kepulauan Riau.

Posisi ini menunjukkan tingginya aktivitas ekonomi masyarakat di Kalimantan Timur yang menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi nasional, terlebih dengan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara.

Daftar 7 Provinsi dengan Pengeluaran Bukan Makanan Tertinggi 2025

Berikut tujuh provinsi dengan rata-rata pengeluaran bukan makanan tertinggi berdasarkan data BPS September 2025:

1. DKI Jakarta

2025: Rp 1.739.497
2024: Rp 1.755.933

2. Kepulauan Riau

2025: Rp 1.442.176
2024: Rp 1.165.039

3. Kalimantan Timur

2025: Rp 1.215.194
2024: Rp 1.095.281

4. Bali

2025: Rp 1.179.225
2024: Rp 1.077.682

5. DI Yogyakarta

2025: Rp 1.085.573
2024: Rp 1.041.188

6. Papua

2025: Rp 979.065
2024: Rp 1.007.481

7. Papua Barat Daya

2025: Rp 937.366
2024: Rp 954.354

Urutan Lengkap Seluruh Provinsi Berdasarkan Pengeluaran Bukan Makanan 2025

Berikut peringkat seluruh provinsi dari tertinggi hingga terendah:

DKI Jakarta — Rp 1.739.497
Kepulauan Riau — Rp 1.442.176
Kalimantan Timur — Rp 1.215.194
Bali — Rp 1.179.225
DI Yogyakarta — Rp 1.085.573
Papua — Rp 979.065
Papua Barat Daya — Rp 937.366
Papua Barat — Rp 925.497
Kalimantan Utara — Rp 907.696
Papua Selatan — Rp 892.821
Banten — Rp 873.250
Kepulauan Bangka Belitung — Rp 852.700
Jawa Barat — Rp 834.335
Kalimantan Selatan — Rp 819.184
Kalimantan Tengah — Rp 768.655
Riau — Rp 763.107
Bengkulu — Rp 749.101
Papua Tengah — Rp 737.723
Sumatera Barat — Rp 727.890
Jambi — Rp 726.462
Kalimantan Barat — Rp 704.344
Papua Pegunungan — Rp 700.746
Maluku Utara — Rp 689.867
Sulawesi Selatan — Rp 683.924
Sulawesi Utara — Rp 681.013
Maluku — Rp 680.789
Jawa Timur — Rp 677.619
Sulawesi Tenggara — Rp 667.212
Jawa Tengah — Rp 660.650
Gorontalo — Rp 652.319
Sulawesi Tengah — Rp 650.012
Nusa Tenggara Barat — Rp 649.303
Sumatera Utara — Rp 635.758
Sumatera Selatan — Rp 587.333
Aceh — Rp 574.283
Lampung — Rp 562.043
Sulawesi Barat — Rp 526.366
Nusa Tenggara Timur — Rp 492.990
Perbandingan dengan Tahun 2024

Jika dibandingkan dengan 2024, sejumlah provinsi mengalami kenaikan cukup signifikan. Kepulauan Riau menjadi salah satu daerah dengan lonjakan terbesar dari Rp 1.165.039 menjadi Rp 1.442.176.

Kalimantan Timur juga menunjukkan peningkatan yang kuat, dari Rp 1.095.281 pada 2024 menjadi Rp 1.215.194 pada 2025.

Bali naik dari Rp 1.077.682 menjadi Rp 1.179.225, sementara Papua Selatan meningkat dari Rp 741.608 menjadi Rp 892.821.

Di sisi lain, beberapa provinsi justru mengalami penurunan. DKI Jakarta meskipun masih berada di posisi pertama nasional, turun tipis dari Rp 1.755.933 menjadi Rp 1.739.497.

Papua, Papua Barat Daya, Kalimantan Utara, Banten, Jawa Barat, Gorontalo, Maluku Utara, dan Sumatera Selatan juga mencatat penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved