Breaking News
Senin, 1 Juni 2026

Berita Berau Terkini

Harga Telur Lokal Berau Tembus Rp70 Ribu per Piring, Lebih Mahal dari Pasokan Luar Daerah

Harga telur ayam lokal di Berau mencapai Rp70 ribu per piring, lebih mahal dibanding pasokan dari luar daerah.

Tayang:
TRIBUNKALTIM.CO/SYAIFULLAH IBRAHIM
HARGA TELUR LOKAL - Ilustrasi Peternakan ayam petelur di Kalimantan Timur. Harga telur ayam produksi lokal di Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur, saat ini mencapai Rp65 ribu hingga Rp70 ribu per piring. (TRIBUNKALTIM.CO/SYAIFULLAH IBRAHIM). 

Ringkasan Berita:
  • Telur produksi Berau dijual Rp65-70 ribu per piring, sementara pasokan dari luar daerah berada di kisaran Rp55-60 ribu per piring.
  • Kebutuhan telur melonjak seiring pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis, dengan satu SPPG membutuhkan hingga 100 piring telur per hari.
  • Peternak Berau baru mampu memenuhi sekitar 50-60 persen kebutuhan pasar, sementara pemerintah menyiapkan dukungan pakan untuk mendorong peningkatan produksi.

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Harga telur ayam produksi lokal di Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur, saat ini mencapai Rp65 ribu hingga Rp70 ribu per piring.

Harga ini lebih mahal dibandingkan telur yang dipasok dari luar daerah yang dijual di kisaran Rp55 ribu hingga Rp60 ribu per piring.

Perbedaan harga tersebut terjadi di tengah meningkatnya kebutuhan telur seiring pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), sementara produksi peternak lokal masih belum mampu memenuhi seluruh permintaan pasar.

Analis Pasar Hasil Pertanian Muda Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Berau, Widodo, mengatakan kebutuhan telur di Berau saat ini terus meningkat.

Baca juga: MBG Dongkrak Kebutuhan Telur di Berau, Produksi Lokal Baru Mampu Penuhi 60 Persen

Namun, produksi lokal baru mampu memenuhi sekitar 50 hingga 60 persen kebutuhan masyarakat.

“Kebutuhan cenderung naik karena kebetulan ada program MBG ini. Sementara produksi kita baru sekitar 50 sampai 60 persen, selebihnya datang dari luar daerah,” ujarnya kepada Tribunkaltim.co, Senin (1/6/2026).

Widodo menjelaskan, tingginya harga telur lokal tidak terlepas dari biaya produksi yang sebagian besar berasal dari kebutuhan pakan ternak.

“Kalau pakan itu relatif harganya. Kurang lebih 70 persen biaya peternak itu dari pakan. Jadi kalau pakan naik, otomatis harga telur juga ikut naik,” katanya.

Baca juga: Harga Telur di Pasar Klandasan Balikpapan Stabil Jelang Idul Adha 2026

Ia menyebut, harga telur produksi lokal saat ini berada di kisaran Rp65 ribu hingga Rp70 ribu per piring.

Sementara telur yang masuk dari luar daerah dijual dengan harga lebih rendah, yakni sekitar Rp55 ribu sampai Rp60 ribu per piring.

“Perbedaannya sekitar Rp 5 ribu. Kalau dari luar daerah itu memang sedikit lebih rendah dan saat ini telur masih harga normal,” jelasnya.

Di sisi lain, kebutuhan telur untuk mendukung program MBG dinilai cukup besar.

Baca juga: Harga Telur di PPU Anjlok, Peternak Ayam Mandiri Tertekan Biaya Pakan

Untuk satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) saja, kebutuhan telur per hari diperkirakan mencapai 97 hingga 100 piring.

“Kalau satu piring isinya 30 butir, berarti kebutuhan per hari per SPPG itu sangat tinggi,” ucapnya.

Meski permintaan terus meningkat, produksi telur dari peternak lokal masih relatif stagnan.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved