Selasa, 2 Juni 2026

Berita Penajam Terkini

Harga TBS Turun, Petani Sawit PPU Kini Dihantui Serangan Jamur Ganoderma dan Kumbang Tanduk

Petani kelapa sawit di Penajam Paser Utara (PPU) tengah menghadapi harga tandan buah segar (TBS) terus menurun dan menggerus pendapatan.

Tayang:
Penulis: Nita Rahayu | Editor: Miftah Aulia Anggraini
TRIBUNKALTIM.CO/ARDIANA KINAN
HARGA TBS TURUN - Ilustrasi Perkebunan Sawit. Petani kelapa sawit di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Provinsi Kalimantan Timur, menghadapi tekanan ganda. Di tengah penurunan harga tandan buah segar (TBS) yang berdampak pada pendapatan petani, produktivitas kebun juga terancam akibat serangan jamur ganoderma dan kumbang tanduk. (TRIBUNKALTIM.CO/ARDIANA KINAN) 

Ringkasan Berita:
  • Sebagian petani sawit di Penajam Paser Utara disebut mulai menunda panen karena harga jual dinilai belum mampu menutupi biaya produksi.
  • Dua organisme pengganggu tanaman tersebut masih menjadi ancaman utama yang dapat menurunkan produktivitas kebun sawit.
  • Petani sawit dari Penajam Paser Utara dan Paser dibekali pengetahuan pengendalian hama dan penyakit untuk menjaga hasil produksi di tengah tekanan harga.

TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM – Petani kelapa sawit di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Provinsi Kalimantan Timur, menghadapi tekanan ganda.

Di tengah penurunan harga tandan buah segar (TBS) yang berdampak pada pendapatan petani, produktivitas kebun juga terancam akibat serangan jamur ganoderma dan kumbang tanduk.

Bahkan, kondisi harga TBS yang terus melemah disebut membuat sebagian petani memilih menunda panen karena hasil penjualan dinilai belum mampu menutupi biaya produksi.

"Kondisi ini menjadi perhatian petani. Kami berharap ada pengawasan yang lebih kuat sehingga harga TBS yang diterima petani bisa lebih adil dan layak," ujar Ketua DPW APKASINDO Kalimantan Timur, Betman Siahaan, Senin (1/6/2026).

Baca juga: Wamentan Bantah Harga Sawit RI Turun di Pasar Global Usai Prabowo Umumkan Kebijakan Ekspor lewat DSI

Selain persoalan harga, serangan ganoderma dan kumbang tanduk juga menjadi ancaman serius bagi keberlangsungan produksi kebun sawit.

Persoalan tersebut menjadi salah satu fokus dalam Workshop Pemberdayaan Petani Sawit dalam Pengendalian Ganoderma dan Kumbang Tanduk yang digelar Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) di Hotel Aqila, Nipah-Nipah, Kabupaten PPU.

Kegiatan tersebut diikuti petani sawit dari Kabupaten PPU dan Paser, pengurus koperasi, perwakilan perusahaan perkebunan, hingga pemerintah daerah.

Betman mengatakan, serangan ganoderma dan kumbang tanduk masih menjadi tantangan utama yang dihadapi petani sawit di Kalimantan Timur.

Baca juga: Dampak Wacana Sistem Satu Pintu Ekspor, Disbunak Paser Catat Harga TBS Kelapa Sawit Merosot

Karena itu, penguatan pengetahuan dan kemampuan petani dalam mengendalikan hama serta penyakit tanaman dinilai sangat penting.

"Workshop ini penting agar petani memiliki pengetahuan yang lebih baik dalam menghadapi serangan ganoderma dan kumbang tanduk yang selama ini menjadi ancaman terhadap produktivitas kebun sawit," ungkapnya.

Menurutnya, penurunan harga TBS yang terjadi belakangan ini semakin memperberat beban petani.

Sebab, ketika harga turun, sementara produktivitas kebun juga terganggu akibat serangan penyakit dan hama, maka pendapatan petani akan semakin tertekan.

Baca juga: Harga Sawit Anjlok, Petani Resah, Ferdinand: Pemerintah Perlu Tahu Keluh Kesah Kami

Sementara itu, Staf Ahli Bupati PPU Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, Margono Hadi Sutanto, menyebut sektor perkebunan sawit masih menjadi salah satu penopang utama perekonomian daerah.

Karena itu, peningkatan kapasitas petani melalui pelatihan dan pendampingan dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan usaha perkebunan sawit.

Ia mengatakan pemerintah daerah akan terus mendukung penguatan sumber daya manusia petani, kelembagaan, serta penerapan praktik perkebunan yang berkelanjutan.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved