Selasa, 2 Juni 2026

Berita Kaltim Terkini

BBPJN Kaltim Pastikan Jalur Logistik Kukar-Kubar Lebih Aman dan Mulus

BBPJN Kaltim mempercepat perbaikan ruas Kota Bangun-Muara Muntai untuk menjaga kelancaran distribusi barang dan keselamatan pengguna jalan

Tayang:
HO BBPJN Kaltim
PERBAIKAN JALAN LOGISTIK - Pengerjaan preservasi jalan oleh PPK 1.6 BBPJN Kalimantan Timur di ruas Kota Bangun, Muara Leka, hingga Muara Muntai, Kabupaten Kutai Kartanegara. Proyek ini dilakukan untuk menjaga kelancaran distribusi logistik dan meningkatkan keselamatan pengguna jalan. (HO/BBPJN KALTIM) 

Ringkasan Berita:
  • BBPJN Kaltim mempercepat proyek preservasi jalan poros Kota Bangun–Muara Leka–Muara Muntai.
  • Perbaikan difokuskan pada penutupan lubang, drainase, dan bahu jalan untuk meningkatkan keselamatan.
  • Jalur tersebut merupakan akses vital distribusi logistik yang menghubungkan Samarinda, Kukar, hingga Kubar.

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Akses logistik yang menghubungkan Samarinda, Kutai Kartanegara, hingga Kutai Barat kini menjadi perhatian serius pemerintah.

BBPJN Kalimantan Timur terus memacu proyek preservasi pada ruas jalan poros Kota Bangun–Muara Leka–Muara Muntai. Langkah ini dilakukan demi menjamin kemantapan jalur distribusi barang dan keselamatan pengendara di lapangan.

Di lokasi, sejumlah alat berat dan personel dikerahkan untuk menutup titik-titik kerusakan yang selama ini menjadi keluhan para sopir logistik maupun masyarakat yang melintas setiap hari.

Pelaksana proyek, Tommy, menegaskan bahwa pihaknya tengah melakukan percepatan penanganan, terutama pada titik-titik krusial yang mengalami kerusakan permukaan.

"Fokus kami saat ini adalah pembersihan lubang atau patching di sepanjang ruas tersebut. Ini langkah krusial untuk meminimalisir risiko kecelakaan, mengingat jalur ini adalah urat nadi logistik," ujar Tommy kepada Tribunkaltim.co, Selasa (2/6/2026).

Baca juga: Minimalisir Kecelakaan Malam Hari, BBPJN Kaltim Kebut Pengecatan Median Jalan Nasional di Samarinda

Gunakan Aspal Berkualitas Tinggi

Tommy menjelaskan bahwa perbaikan yang dilakukan tidak sekadar menambal kerusakan jalan.

Pihaknya menerapkan standar rehabilitasi jalan menggunakan material aspal berkualitas berupa Asphalt Concrete Binder Course (AC-BC) dan Asphalt Concrete Wearing Course (AC-WC).

Penggunaan material tersebut bertujuan meningkatkan daya cengkeram permukaan jalan sehingga kendaraan dapat melintas dengan lebih aman, terutama saat kondisi cuaca ekstrem atau hujan.

"Kami ingin lapisan ini kedap air agar umur rencana jalan bisa bertahan lebih lama. Dengan beban kendaraan yang tinggi setiap hari, kualitas aspal harus benar-benar terjaga," jelasnya.

Menurutnya, kualitas lapisan perkerasan menjadi faktor penting mengingat ruas jalan tersebut setiap hari dilalui kendaraan logistik dengan tonase tinggi.

Baca juga: BBPJN Kaltim Hadirkan Motif Budaya Dayak Bahau di Jembatan Sungai Pahangai Mahulu

Drainase dan Bahu Jalan Ikut Dibenahi

Tak hanya fokus pada badan jalan, pekerjaan preservasi juga mencakup pembangunan dan perbaikan bahu jalan beton atau rabat beton serta sistem drainase di sisi kiri dan kanan jalan.

Tommy menyebut air menjadi salah satu faktor utama penyebab kerusakan jalan apabila sistem drainase tidak berfungsi optimal.

Karena itu, elevasi jalan disesuaikan dengan standar teknis yang telah ditetapkan, sementara pembangunan saluran air dengan pasangan batu mortar terus dipercepat agar genangan tidak mengalir ke badan jalan saat hujan deras.

Selain itu, sektor jembatan di kawasan SP2 juga masuk dalam program pemeliharaan berkala untuk menjaga stabilitas konektivitas antarwilayah.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved