Berita Samarinda Terkini
Disdikbud Respons Siswa SDN 013 Samarinda Belajar tanpa Meja Kursi, Kepala Sekolah Dipanggil
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Samarinda merespons kabar siswa SDN 013 Sambutan yang terpaksa belajar
Penulis: Raynaldi Paskalis | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Samarinda merespons kabar siswa SDN 013 Sambutan yang terpaksa belajar tanpa meja dan kursi.
Sekolah yang berlokasi di Jalan Masaji, Kelurahan Sindangsari, Kecamatan Sambutan, Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur itu sebelumnya dikabarkan menggelar kegiatan belajar-mengajar hanya beralaskan lantai dengan meja lipat portabel.
Kepala Seksi Kelembagaan dan Sarana Prasarana SD Disdikbud Samarinda, Amelia Indah Larasati, menyebut pihaknya telah mengetahui persoalan tersebut dan langsung mengambil langkah.
Amelia menjelaskan, ruang kelas yang kini menjadi sorotan merupakan bangunan baru hasil penambahan bukan renovasi ruang lama.
Baca juga: Ketua FK PKBM Kaltim Ajak Masyarakat Maknai Idul Adha dengan Semangat Keikhlasan dan Pendidikan
Pembangunannya selesai pada 2025 dan telah resmi diserahterimakan pada Maret lalu. Namun pengadaan mebeler memang tidak dilakukan bersamaan karena terkendala anggaran.
Sebelum ruangan itu digunakan, dinas mengaku telah lebih dulu mengingatkan sekolah agar tidak terburu-buru memakainya.
“Kita sudah menyampaikan kepada kepala sekolah bahwa memang jangan digunakan dulu,” ujar Amelia, Kamis (4/6/2026) di Samarinda.
Harapan dinas saat itu, sekolah tetap menjalankan sistem dua shift pagi dan siang menggunakan ruang kelas lama, sambil bersabar menunggu mebeler tersedia.
Namun kenyataannya berbeda, ruang kelas baru itu sudah telanjur difungsikan oleh siswa, sementara kursi dan meja sama sekali belum ada.
Pengadaan mebeler dijadwalkan menggunakan dana Bantuan Keuangan (Benkeu) tahun 2026, namun prosesnya hingga kini masih berjalan.
Baca juga: Hari ini Guru di 206 Sekolah SD dan SMP di Kubar Melanjutkan Mogok Kerja
Amelia menyebut keterlambatan ini bukan semata soal SDN 013 Sambutan, dana Benkeu untuk seluruh kebutuhan serupa memang belum sepenuhnya berjalan.
Merespons hal ini, Disdikbud langsung memanggil pihak sekolah untuk memberikan penjelasan.
“Hari ini kami juga memanggil kepala sekolah untuk meminta klarifikasinya,” kata Amelia.
Ketika disinggung soal kemungkinan solusi sementara, misalnya penggunaan karpet atau langkah darurat lainnya, Amelia menegaskan pihaknya tetap mengacu pada rekomendasi yang sudah ada.
“Rekomendasinya dari Dinas Pendidikan, dari BPK juga itu tidak digunakan dulu,” tegasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260604_Pendidikan-Samarinda-Disorot.jpg)