Berita Balikpapan Terkini
Tips Menjaga Kesehatan Telinga Bagi Editor dan Musisi yang Sering Pakai Earphone Menurut Dokter THT
Pekerja kreatif seperti editor, musisi, hingga content creator yang setiap hari menggunakan earphone diminta lebih waspada terhadap kesehatan telinga.
Penulis: Ardiana | Editor: Miftah Aulia Anggraini
Ringkasan Berita:
- Dokter Spesialis THT mengingatkan editor audio, musisi, dan pekerja kreatif lainnya agar tidak terlalu lama menggunakan earphone dengan volume tinggi karena dapat merusak saraf telinga.
- Volume maksimal 60 persen dengan durasi penggunaan tidak lebih dari 60 menit tanpa jeda menjadi batas aman.
- Earphone sebaiknya dibersihkan secara rutin, tidak dipakai bergantian, serta penggunaan headphone dinilai lebih aman dibanding earphone in-ear untuk pemakaian jangka panjang.
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN – Pekerja yang sehari-hari bergantung pada perangkat audio seperti editor audio, musisi, maupun pekerja kreatif lainnya, diimbau untuk lebih waspada terhadap kesehatan pendengaran mereka.
Menatap layar berjam-jam sambil mendengarkan suara lewat earphone dengan volume tinggi berisiko besar merusak saraf telinga dan memicu gangguan pendengaran permanen yang sulit dipulihkan di kemudian hari.
Dokter Spesialis THT Restu Ibu Hospital Balikpapan, dr. Yuwan Pradana, Sp.THT-KL, mengingatkan kelompok pekerja kreatif ini untuk mulai disiplin memberikan waktu istirahat bagi telinga serta menjaga kebersihan perangkat yang digunakan.
"Setiap kali mau dipakai paling tidak dibersihkan. Bisa menggunakan alkohol swab. Kemudian jangan sharing dengan orang lain, gunakan earphone sendiri," ujarnya, Sabtu (6/6/2026).
Baca juga: Sering Pakai Earphone Volume Keras? Waspada Saraf Telinga Rusak hingga Picu Migrain
Bagi para profesional, kebiasaan mendengarkan audio dalam waktu lama dapat menimbulkan risiko merusak saraf telinga dan memicu berbagai gangguan kesehatan.
Menurut dr. Yuwan, paparan volume berlebihan menjadi salah satu penyebab yang kerap ditemui pada pasien yang datang ke klinik THT.
"Yang paling sering datang ke klinik itu gangguan pendengaran. Pendengarannya berkurang, kemudian telinga berdengung. Bahkan bisa sampai migrain atau sakit kepala," ujarnya.
Tak hanya itu, gejala awal kerusakan saraf telinga sering kali tidak disadari oleh para profesional audio.
Seseorang yang mengalami kondisi ini kerap kesulitan saat menangkap percakapan di lingkungan yang ramai, meskipun saat bekerja mereka merasa pendengarannya masih normal.
Baca juga: Tips Bersihkan Earphone ala Remaja Balikpapan agar Terhindar dari Bakteri Telinga
"Sering juga pasien merasa pendengarannya biasa saja, tapi kalau mendengar di tempat yang ramai dia susah fokus. Intinya sama karena kerusakan saraf telinga," tambahnya.
Terapkan Aturan 60/60 dan Pilih Perangkat yang Tepat
Risiko gangguan pendengaran muncul ketika paparan suara melebihi kemampuan telinga manusia untuk menerimanya.
Semakin tinggi volume yang didengarkan, maka akan semakin pendek waktu aman dalam penggunaan earphone.
Sebagai langkah pencegahan di ruang kerja, dr. Yuwan menyarankan agar masyarakat, khususnya para pekerja audio, menerapkan aturan 60/60.
"Kalau device volumenya 60 persen, boleh maksimal 60 menit non-stop. Makin tinggi volumenya harus makin sebentar. Itu batas aman yang tidak merusak saraf telinga," jelasnya.
Baca juga: 3 Cara Merawat Earphone Bluetooth Agar Tetap Awet, Jangan Digunakan Sambil Tidur
Dokter Spesialis THT
dr. Yuwan Pradana
Restu Ibu Hospital Balikpapan
pekerja kreatif
earphone
telinga
TribunKaltim.co
| Sering Pakai Earphone Volume Keras? Waspada Saraf Telinga Rusak hingga Picu Migrain |
|
|---|
| Tips Bersihkan Earphone ala Remaja Balikpapan agar Terhindar dari Bakteri Telinga |
|
|---|
| Mutasi Polresta Balikpapan, AKP Yoshimata Puji Militansi Anggota Selama Jabat Kasatresnarkoba |
|
|---|
| Daftar Lengkap Rotasi Pejabat Polresta Balikpapan Juni 2026, Kasat Narkoba hingga Kapolsek Berganti |
|
|---|
| Polda Kaltim Gelar Sidang Penentuan Kelulusan, 602 Peserta Dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260606_Dokter-Spesialis-THT-Restu-Ibu-Hospital-Balikpapan-dr-Yuwan-Pradana.jpg)