Berita Kaltim Terkini
Angka Kesakitan di 10 Daerah Kaltim 2025, PPU Tertinggi!
Dari 10 daerah yang tercatat, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menjadi wilayah dengan angka kesakitan tertinggi
Ringkasan Berita:
- Badan Pusat Statistik (BPS) melalui Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Maret 2025 mencatat Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) memiliki angka kesakitan tertinggi di Kalimantan Timur sebesar 11,65 persen
- Sedangkan Kutai Timur menjadi yang terendah dengan 6,12 persen
- Angka kesakitan atau morbiditas menunjukkan persentase penduduk yang mengalami keluhan kesehatan hingga mengganggu aktivitas sehari-hari dalam sebulan terakhir
- Rata-rata Kalimantan Timur pada 2025 tercatat sebesar 8,88 persen
TRIBUNKALTIM.CO - Gambaran kondisi kesehatan masyarakat di Kalimantan Timur sepanjang tahun 2025 tercermin melalui data angka kesakitan atau morbiditas yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) berdasarkan Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Maret 2025.
Data tersebut menunjukkan adanya perbedaan tingkat keluhan kesehatan yang dialami masyarakat di masing-masing kabupaten dan kota.
Dari 10 daerah yang tercatat, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menjadi wilayah dengan angka kesakitan tertinggi, sementara Kabupaten Kutai Timur berada di posisi terendah.
Angka kesakitan merupakan salah satu indikator penting dalam bidang kesehatan masyarakat.
Indikator ini digunakan untuk mengukur persentase penduduk yang mengalami satu atau lebih jenis keluhan kesehatan dalam satu bulan terakhir hingga mengakibatkan terganggunya aktivitas sehari-hari.
Baca juga: Dinkes Kaltim Ancam Coret Rumah Sakit yang Eksploitasi Dokter Internship
Dalam istilah statistik kesehatan, angka kesakitan juga dikenal sebagai morbiditas atau morbidity rate.
Semakin tinggi angka morbiditas suatu wilayah, semakin banyak penduduk yang melaporkan mengalami gangguan kesehatan yang berdampak terhadap aktivitas mereka.
Berdasarkan definisi yang digunakan BPS, angka kesakitan dihitung dari perbandingan jumlah penduduk yang mengalami keluhan kesehatan yang mengganggu kegiatan sehari-hari terhadap jumlah seluruh penduduk, kemudian dinyatakan dalam bentuk persentase.
Data Susenas Maret 2025 menunjukkan rata-rata angka kesakitan di Provinsi Kalimantan Timur mencapai 8,88 persen.
Artinya, dari setiap 100 penduduk, terdapat sekitar sembilan orang yang mengalami gangguan kesehatan hingga memengaruhi aktivitas harian mereka dalam periode satu bulan terakhir.
Menariknya, hampir seluruh daerah di Kalimantan Timur menunjukkan pola yang sama, yakni angka kesakitan perempuan lebih tinggi dibandingkan laki-laki.
PPU Menjadi Daerah dengan Angka Kesakitan Tertinggi
Kabupaten Penajam Paser Utara menempati posisi pertama dengan angka kesakitan sebesar 11,65 persen.
Wilayah yang menjadi lokasi utama pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) tersebut mencatat angka kesakitan laki-laki sebesar 11,64 persen dan perempuan 11,66 persen.
Perbedaan antara laki-laki dan perempuan di daerah ini tergolong sangat kecil. Kontribusi laki-laki terhadap total angka kesakitan mencapai 49,96 persen, sedangkan perempuan 50,04 persen.
Posisi kedua ditempati Kota Balikpapan dengan angka kesakitan sebesar 11,24 persen. Kota terbesar di Kalimantan Timur itu mencatat angka kesakitan laki-laki sebesar 11,10 persen dan perempuan sebesar 11,37 persen.
| POPULER KALTIM: Kronologi Kebakaran Kos 4 Pintu di Kubar, APBD Samarinda Anjlok |
|
|---|
| Daftar Harga Tiket Kapal Feri Penajam-Balikpapan 2026 Semua Golongan Kendaraan |
|
|---|
| Ketua PWI Kaltim Ingatkan Kandidat Jaga Persatuan Jelang Pemilihan Ketua PWI Paser |
|
|---|
| 280 Pembalap Ikut Roadrace Kaltim di Aji Imbut, Dongkrak UMKM dan Pariwisata Kutai Kartanegara |
|
|---|
| Harga BBM dan Tiket Pesawat Melonjak, Inflasi Kaltim Mei 2026 Tembus 3,04 Persen |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20251104_Peralatan-Rumah-Sakit.jpg)