Selasa, 9 Juni 2026

Selebrasi Lokal 2026

Demam Piala Dunia 2026, Priskila Eva Randabunga Harap Kompetisi Usia Dini Diperbanyak

Bagi Priskila Eva Randabunga, Piala Dunia bukan sekadar tontonan, melainkan cerminan mimpi besar yang sedang dirajut oleh putranya, David Khen

Tayang:
TRIBUNKALTIM.CO/PRIBADI
PIALA DUNIA -  Momen saat David Khen Handriawan salah satu talenta muda kebanggaan Kaltim yang berhasil menembus skuad Timnas Pelajar Indonesia U-14 di bawah naungan BLISPI (Badan Liga Sepak Bola Pelajar Indonesia) bersama sang ibu, Priskila Eva Randabunga, saat bicara Piala Dunia 2026 bukan sekadar tontonan, melainkan cerminan mimpi besar yang sedang dirajut oleh putranya.(HO/Dok. Pribadi) 

TRIBUNKALTIM.CO,SAMARINDA – Demam Piala Dunia 2026 yang bergulir di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada kian terasa di seluruh penjuru dunia, tak terkecuali di Kalimantan Timur (Kaltim).

Di tengah euforia global menyaksikan aksi para bintang sepak bola dunia di stadion-stadion megah Amerika Utara, terselip sebuah asa besar dari Bumi Etam, harapan akan bangkitnya infrastruktur dan kompetisi sepak bola usia dini yang layak.

Bagi Priskila Eva Randabunga, Piala Dunia bukan sekadar tontonan, melainkan cerminan mimpi besar yang sedang dirajut oleh putranya, David Khen Handriawan. 

David adalah salah satu talenta muda kebanggaan Kaltim yang berhasil menembus skuad Timnas Pelajar Indonesia U-14 di bawah naungan BLISPI (Badan Liga Sepak Bola Pelajar Indonesia).

Namun, dibalik kebanggaan itu, Eva (sapaan akrabnya) menyimpan gelisah.

Baca juga: Sekretaris PPIH Embarkasi Balikpapan yang Tak Pernah Absen Dukung Argentina di Piala Dunia

Ia melihat langsung bagaimana bakat-bakat alam di Kaltim harus berbenturan dengan realitas minimnya fasilitas.

Eva mengungkapkan bahwa masalah utama yang dihadapi pesepak bola muda di Kaltim saat ini adalah infrastruktur yang tidak memadai untuk fase transisi umur. 

Ketika anak-anak memasuki usia 13 tahun ke atas, mereka mulai kesulitan berkembang karena kelangkaan lapangan dengan ukuran standar penuh (full size).

"Tidak cukup lapangan ukuran full lapangan besar di sini. Anak-anak umur U-13 ke atas sudah kesulitan bermain karena kekurangan lapangan. Tidak saja kekurangan lapangan, tapi kita juga sangat kekurangan kompetisi lokal," ungkapnya kepada Tribunkaltim.co, Senin (8/6/2026).

Dampak dari minimnya fasilitas dan turnamen ini sangat nyata.

 Banyak talenta muda Kaltim yang terpaksa "merantau" ke Pulau Jawa demi menjaga api mimpi mereka tetap menyala.

"Anak saya di usia U-13 SMP, dan banyak anak-anak lain di Kaltim, sampai harus merantau ke Jawa hanya untuk bisa mendapatkan lapangan yang layak dan kompetisi yang kompetitif," tambahnya.

Perjalanan David Khen Handriawan adalah bukti nyata dari kalimat bijak yang diucapkan ibundanya, “dari daerah kecil menuju mimpi piala dunia.”

Eva menceritakan bahwa putranya memiliki cita-cita yang sangat tinggi, sebuah mimpi yang mungkin terdengar mustahil bagi sebagian orang, namun sangat realistis bagi seorang petarung muda.

"Nah ini anak saya sangat bermimpi suatu hari nanti bisa bermain di stadion Real Madrid (Santiago Bernabéu)," tuturnya dengan nada bangga sekaligus penuh harap.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved