Berita Kutim Terkini
Harga Minyak Goreng dan Bawang Merah Melonjak di Sangatta, Pedagang Minta Operasi Pasar
Harga minyak goreng dan bawang merah di Pasar Induk Sangatta melonjak tajam usai Iduladha, pedagang minta operasi pasar segera digelar
Penulis: Nurila Firdaus | Editor: Amelia Mutia Rachmah
Ringkasan Berita:
- Harga minyak goreng kemasan naik dari Rp14.000 menjadi Rp20.000.
- Bawang merah melonjak hingga Rp70.000 per kilogram di tingkat eceran.
- Pedagang mendesak pemerintah melakukan operasi pasar untuk menstabilkan harga.
TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA - Harga sembako di Kutai Timur mengalami lonjakan cukup signifikan pasca Hari Raya Idul Adha.
Kondisi tersebut terjadi di Pasar Induk Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur yang menjadi pusat distribusi kebutuhan pokok masyarakat.
Berdasarkan pantauan langsung di lapangan, komoditas utama seperti minyak goreng dan bawang merah menjadi barang yang paling banyak dikeluhkan, baik oleh pedagang maupun pembeli, akibat kenaikan harga yang cukup drastis.
Kenaikan harga ini diperkirakan dipengaruhi oleh dampak kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang sempat terjadi.
Kondisi tersebut membuat pasokan sejumlah barang kebutuhan pokok dan sayuran segar ke Pasar Induk Sangatta mengalami gangguan bahkan kekosongan dalam beberapa waktu terakhir.
Baca juga: Geger, Jasad Pria Ditemukan di Gedung Walet Sangatta Kutim, Polisi Selidiki Penyebabnya
"Ya, naik semua, lonjak naiknya kalau minyak goreng mulai bulan lalu. Kayak minyak kemasan dari harga Rp14.000 naik sampai Rp20.000," ujar Supardi, salah seorang pedagang di Pasar Induk Sangatta Utara, Senin (8/6/2026).
Bawang Merah Tembus Rp70 Ribu per Kilogram
Selain minyak goreng, komoditas bumbu dapur seperti bawang merah dan bawang putih juga mengalami kenaikan harga.
Harga bawang merah yang sebelumnya berada di kisaran Rp45.000 hingga Rp50.000 per kilogram kini melonjak menjadi Rp65.000 hingga Rp70.000 per kilogram untuk kualitas kupas di tingkat eceran.
Kondisi serupa juga terjadi pada komoditas kering lainnya seperti gula pasir dan tepung terigu yang mengalami kenaikan harga mengikuti nota baru dari agen pemasok.
Meski kenaikan pada barang kering relatif kecil, yakni sekitar Rp1.000 hingga Rp2.000 per kilogram, kondisi tersebut tetap menambah beban pengeluaran masyarakat yang harus memenuhi kebutuhan sehari-hari.
"Bawang-bawang yang naik, kalau bawang merah sudah naik Rp60 ribu sampai Rp70 ribu per kilo, padahal sebelumnya kita jual paling tinggi Rp50 ribu saja," ungkap Alfrida, pedagang sembako lainnya.
Cabai Turun, Beras dan Telur Masih Stabil
Di tengah lonjakan harga sejumlah komoditas, terdapat beberapa kebutuhan pokok yang masih menunjukkan kondisi stabil.
Harga telur ayam serta beras premium maupun beras biasa masih relatif tidak mengalami perubahan signifikan.
| Geger, Jasad Pria Ditemukan di Gedung Walet Sangatta Kutim, Polisi Selidiki Penyebabnya |
|
|---|
| Petani Sawit Kutim Menjerit, Harga TBS di Lapangan Anjlok Jauh dari Ketetapan Pemerintah |
|
|---|
| Warga Long Bentuq di Kutim Desak Pembangunan Plasma 302 Hektare Segera Dilanjutkan |
|
|---|
| Polres Paser Bakal Gelar Operasi Patuh Mahakam 2026, Fokus Turunkan Angka Pelanggaran dan Kecelakaan |
|
|---|
| Tingkatkan Kedisiplinan, Pemkab Kutim Sosialisasikan Perbup Tentang Pakaian Dinas ASN Terbaru |
|
|---|
