Berita Kaltim Terkini
Kodam VI/Mulawarman Dorong Kedaulatan Siber Nasional, Perkuat Pentahelix Hadapi Ancaman Digital
Kodam VI/Mulawarman menggelar Seminar Penguatan Sumber Daya Siber Nasional Pentahelix di Balikpapan
Penulis: Zainul | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Di tengah pesatnya transformasi digital yang menjangkau hampir seluruh aspek kehidupan, Kodam VI/Mulawarman menggelar Seminar Penguatan Sumber Daya Siber Nasional Pentahelix di Aula Makodam VI/Mulawarman, Senin (8/6/2026) di Balikpapan, Kalimantan Timur.
Seminar bertema "Sinergitas Pentahelix dalam Rangka Membangun Kedaulatan di Ruang Siber" ini menghadirkan sejumlah pakar dan pemangku kepentingan dari berbagai sektor.
Termasuk di antaranya:
- Komandan Satuan Siber (Dansat Siber) TNI Brigjen TNI J.O. Sembiring,
- Head of Information Business Technology PT Sucofindo, Sugeng Prayitno;
- Cyber Security Expert Ivan Romano;
- serta Partner Akademi AI Center of Excellence Universitas Gunadarma Dr. rar. nat. I Made Wiryana, S.Kom., S.Si., MAppSc.
Seminar juga diikuti unsur pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, media, dan berbagai instansi terkait sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan siber nasional.
Baca juga: Stafsus Presiden Prabowo ke Samarinda, Dorong UMKM Andalkan Digitalisasi demi Kurangi Sampah
Dalam sambutan Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Krido Pramono yang dibacakan Kasdam VI/Mulawarman Brigjen TNI Andy Setyawan, ditegaskan bahwa ruang siber kini telah menjadi salah satu domain strategis yang menentukan kekuatan, ketahanan, dan kedaulatan bangsa.
"Berbagai aktivitas mulai dari pemerintahan, perekonomian, pendidikan, pertahanan hingga kehidupan sosial masyarakat kini bergantung pada teknologi informasi dan komunikasi.
Oleh karena itu, membangun kedaulatan di ruang siber tidak dapat dilakukan secara parsial, tetapi memerlukan kolaborasi yang kuat, terintegrasi dan berkelanjutan dari seluruh elemen bangsa melalui pendekatan pentahelix," ujarnya.
Menurutnya, sinergi pentahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas dan media menjadi fondasi utama dalam mewujudkan ruang siber nasional yang aman, tangguh dan berdaulat.
Pangdam menilai bahwa pemerintah memiliki peran dalam menyusun kebijakan dan regulasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Baca juga: Hari Ini Walikota Kumpulkan Ketua RT se-Balikpapan, Sosialisasikan Digitalisasi Perlindungan Sosial
Sementara kalangan akademisi menjadi motor penggerak riset, inovasi, serta pengembangan sumber daya manusia yang unggul di bidang keamanan siber.
Di sisi lain, dunia usaha diharapkan terus berkontribusi melalui investasi teknologi dan penguatan sistem keamanan informasi.
Adapun komunitas berperan meningkatkan literasi digital masyarakat, sedangkan media memiliki tanggung jawab strategis dalam menyebarluaskan informasi yang akurat sekaligus menangkal hoaks dan disinformasi.
Kasdam menegaskan, ancaman di ruang siber saat ini semakin kompleks, mulai dari serangan siber, pencurian data, penyebaran informasi palsu hingga ancaman terhadap infrastruktur kritis nasional.
Tantangan tersebut hanya dapat dihadapi secara efektif apabila seluruh pemangku kepentingan bergerak dalam satu visi dan tujuan yang sama.
Baca juga: Aksi Raffi Ahmad Tanam Durian Musang King di Kodam VI/Mulawarman Jadi Perhatian Publik
"Dengan kolaborasi, inovasi dan komitmen bersama, kita dapat mewujudkan ruang siber yang aman, tangguh, berdaulat serta mendukung terwujudnya Indonesia yang maju," tegasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260608_Kedaulatan-Nasional-Kodam-Mulawarman.jpg)