Selasa, 9 Juni 2026

Berita Paser Terkini

Ketua PWI Paser Muhammad Najib Tegaskan Komitmen Jaga Marwah Pers di Era Digital

Muhammad Najib resmi pimpin PWI Paser dan menegaskan komitmen menjaga integritas pers di era digital

Tayang:
TRIBUNKALTIM.CO/Syaifullah Ibrahim
PIDATO KETUA PWI - Ketua PWI Kabupaten Paser periode 2026-2029, Muhammad Najib, menyampaikan pidato perdana usai pelantikan di Aula Rimbawan, Kecamatan Tanah Grogot, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, Senin (8/6/2026). PWI siap menjadi garda terdepan dalam mengedukasi publik agar tidak terjebak informasi liar dan hoaks. (TRIBUNKALTIM.CO/SYAIFULLAH IBRAHIM) 

Ringkasan Berita:
  • Muhammad Najib resmi dilantik sebagai Ketua PWI Paser periode 2026-2029.
  • PWI Paser akan fokus meningkatkan kompetensi wartawan melalui UKW dan pelatihan jurnalistik.
  • Edukasi publik tentang perbedaan produk pers dan konten media sosial menjadi salah satu prioritas.

TRIBUNKALTIM.CO, TANA PASER - Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Paser, Muhammad Najib, menegaskan komitmennya untuk menjaga marwah profesi jurnalis sekaligus memastikan jurnalisme tetap menjadi suluh penerang di Bumi Daya Taka.

Pernyataan itu disampaikan usai dirinya bersama jajaran pengurus resmi dilantik sebagai Ketua PWI Paser periode 2026-2029 oleh Ketua PWI Provinsi Kalimantan Timur, Abdurahman Amin, di Aula Rimbawan, Kabupaten Paser, Senin (8/6/2026).

Najib menyadari bahwa amanah yang diemban bukan sekadar memimpin organisasi, melainkan juga merawat kemerdekaan pers dan menjaga integritas profesi wartawan.

"Ini adalah tentang menjaga marwah profesi, merawat kemerdekaan pers, dan memastikan jurnalisme tetap menjadi suluh penerang," terangnya.

Tantangan Pers di Tengah Tsunami Informasi

Ia menyoroti tantangan besar yang dihadapi dunia pers saat ini, yakni derasnya arus informasi di era digital.

Baca juga: Pelantikan Pengurus Baru PWI Paser 2026-2029, Wabup Ingatkan Peran Pers Sebagai Pilar Demokrasi

Menurutnya, media sosial telah mendisrupsi ekosistem informasi, melahirkan fenomena tsunami informasi yang bercampur dengan hoaks, disinformasi, dan misinformasi.

"Di tengah kepungan algoritma digital, peran pers justru semakin krusial. Kita bukan lagi sekadar pelapor pertama sebuah peristiwa, melainkan penjernih informasi. Tugas kita adalah menyaring kebisingan, menguji fakta, dan menyajikan kebenaran yang terverifikasi,” ungkapnya.

Untuk menghadapi tantangan tersebut, Najib menekankan bahwa PWI Paser harus bertransformasi.

Organisasi tidak boleh hanya menjadi papan nama, melainkan wadah utama peningkatan kompetensi, integritas, dan profesionalisme wartawan.

"Satu-satunya benteng pertahanan seorang wartawan di era kecerdasan buatan dan media sosial adalah kompetensinya yang teruji dan integritasnya yang tidak bisa dibeli," tambahnya.

Baca juga: Ketua PWI Kaltim Ingatkan Kandidat Jaga Persatuan Jelang Pemilihan Ketua PWI Paser

Fokus Pada UKW dan Penegakan Kode Etik

Najib juga menegaskan bahwa pers memiliki kedudukan sebagai pilar keempat demokrasi. Fungsi pers adalah menjadi penyeimbang, ruang penyampaian aspirasi, sekaligus pengawas jalannya pemerintahan.

Kepengurusan PWI Paser periode ini, sambung Najib, akan fokus pada peningkatan kompetensi berkelanjutan.

Program utama yang akan digalakkan ialah Uji Kompetensi Wartawan (UKW) serta pelatihan jurnalistik berkala, mulai dari penulisan straight news, feature, hingga pemanfaatan teknologi digital secara etis.

"Penegakan kode etik jurnalistik juga akan menjadi prioritas. Profesionalisme tanpa integritas hanyalah omong kosong, wartawan PWI Paser harus menjadi teladan dalam penerapan kode etik," imbuhnya.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved