Breaking News
Rabu, 10 Juni 2026

Berita Samarinda Terkini

Polresta Samarinda Bongkar Jam Rawan Kriminalitas, Kapolres: Siang Hari Justru Paling Bahaya

53 tersangka dengan tangan diborgol dan mengenakan rompi tahanan itu, terungkap bahwa isi dompet dan urusan isi perut masih menjadi pemantik utama

Tayang:
TRIBUNKALTIM.CO/Gregorius Agung Salmon
AMANKAN PELAKU KEJAHATAN -  53 tersangka dari kasus 4C dengan berbagi modus operandi di kota tepian dihadirkan pada konferensi pers di halaman Mako Polresta Samarinda, Selasa (9/6/2026). (TRIBUNKALTIM.CO/GREGORIUS AGUNG SALMON) 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA – Tabir di balik maraknya aksi kriminalitas jalanan 4C atau Curat, Curas, Cubis, dan Curanmor di Kota Samarinda, Kalimantan Timur, sepanjang periode 1 Mei hingga 8 Juni 2026 akhirnya dikupas tuntas. 

Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Hendri Umar pada konferensi pers yang digelar di halaman Mako Polresta Samarinda, Selasa (9/6/2026), siang membeberkan fakta mengejutkan mengenai peta waktu dan modus operandi para pelaku.

Ia mengungkapkan, 53 tersangka dengan tangan diborgol dan mengenakan rompi tahanan itu, terungkap bahwa isi dompet dan urusan isi perut masih menjadi pemantik utama para bandit ini nekat beraksi di kota Tepian.

"Setelah kami lakukan pendalaman, diketahui bahwa hampir 90 persen atau sekitar 35 kasus dipicu oleh motif ekonomi. Sementara ada satu kasus karena motif sakit hati, dan satu kasus lainnya murni karena ingin memiliki barang milik orang lain," ungkapnya.

Ada fenomena menarik sekaligus mengkhawatirkan yang dicatat oleh kepolisian. Jika selama ini masyarakat menganggap malam hari adalah waktu paling rawan, data Polresta Samarinda justru menunjukkan sebaliknya. 

Baca juga: Polresta Samarinda Amankan 53 Pelaku Kejahatan dan Sita Uang Puluhan Juta

Aksi kriminalitas di Kota Tepian kini bergeser dan paling banyak terjadi pada siang hingga sore hari yang terjadi sepanjang bulan Mei 2026.

Ia mengatakan peta waktu rawan kejahatan di Samarinda sering terjadi pada Pukul 12.00 – 18.00 WITA.

Kapolresta menganalisa bahwa tingginya angka kriminalitas di siang menuju sore hari berkaitan erat dengan titik lengah masyarakat.

"Ini sedikit mengherankan, tapi polanya terlihat. Siang sampai sore adalah waktu di mana masyarakat pulang kantor atau menjemput anak sekolah. Karena faktor kelelahan, kewaspadaan dalam mengawasi barang berharga menjadi menurun. Ini yang dimanfaatkan pelaku," jelasnya.

Dari total 37 perkara yang berhasil diungkap pada bulan mei ini, polisi mencatat belasan modus operandi yang digunakan para tersangka.

Kecerobohan korban lagi-lagi menjadi pemicu terbesar, kemudian ada modus para pelaku drngan pura-pura menjadi kurir ada juga rumah kosong yang ditinggal penghuninya yang jadi target utama, kemudian mengincar kunci motor yang tertinggal di kendaraan hingha merusak kendaraan atau barang yang akan dicuri serta modus penipuan dengan mengaku meminjam barang.

Melihat para pelaku yang semakin berani beraksi tanpa kenal waktu, perwira menengah melati tiga itu menegaskan bahwa polisi tidak bisa bekerja sendirian. Pihaknya meminta komitmen kuat dari warga untuk menjadi polisi bagi diri sendiri dan lingkungannya.

Baca juga: Siap-Siap Polresta Samarinda Segera Gelar Operasi Patuh 2026, Dimulai Tanggal 8-21 Juni 2026

"Kami sedang berproses keras untuk menciptakan kamtibmas yang betul-betul kondusif. Namun, kami butuh kerja sama dari seluruh masyarakat. Tolong tingkatkan lagi pengamanan swakarsa (Siskamling) di lingkungan RT masing-masing. Jangan beri ruang sedikit pun bagi ada niat dan kesempatan para pelaku kejahatan," kuncinya. (*)

 

 

 

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved