Berita Mahulu Terkini
Disparpora Mahakam Ulu Targetkan Event Budaya Jadi Ladang Rezeki UMKM
Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu ingin mengubah wajah festival budaya menjadi lebih produktif bagi masyarakat.
Penulis: Desy Filana | Editor: Miftah Aulia Anggraini
Ringkasan Berita:
- Disparpora Mahulu menargetkan pelaku UMKM mendapat porsi besar dan nyata dalam setiap pagelaran budaya agar dapat memasarkan produk unggulan daerah secara langsung kepada wisatawan.
- Kehadiran pengunjung diharapkan memberikan dampak ekonomi bagi sektor penginapan, rumah makan, transportasi, hingga penjualan produk lokal dan ekonomi kreatif.
- Pemkab Mahakam Ulu mendorong konsep event budaya yang terintegrasi, memadukan pelestarian adat dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
TRIBUNKALTIM.CO, UJOH BILANG – Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) berkomitmen untuk tidak sekadar menjadikan festival adat sebagai ruang pelestarian tradisi, tetapi juga sebagai motor penggerak ekonomi masyarakat.
Melalui Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga atau Disparpora Mahulu, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal kini ditargetkan mendapat panggung utama di setiap pagelaran budaya yang diselenggarakan di daerah perbatasan tersebut.
Kehadiran wisatawan dalam suatu kegiatan budaya dinilai menjadi momentum emas untuk mendorong perputaran uang yang berdampak langsung pada berbagai sektor usaha masyarakat.
Mulai dari peningkatan tingkat hunian penginapan, konsumsi di rumah makan, jasa transportasi, hingga penjualan produk lokal, semuanya diharapkan menerima manfaat ekonomi yang luas.
Baca juga: Kaya Tradisi! Intip Keunikan Icu Onam Adat Festival, Warisan Budaya Baru di Mahakam Ulu
Selain itu, ragam produk ekonomi kreatif seperti makanan khas daerah, kerajinan tangan, dan cinderamata khas Dayak perlu ditampilkan sebagai bagian integral yang tidak terpisahkan dari penyelenggaraan event.
Plt Kepala Disparpora Mahulu, Irawan Sanjaya, menegaskan bahwa keterlibatan UMKM harus diberikan porsi yang besar dan nyata dalam setiap festival.
Melalui langkah ini, pelaku usaha lokal memiliki peluang besar untuk mempromosikan produk unggulan daerah secara langsung kepada para pengunjung.
“Ya mestinya UMKM mendapat porsi yang cukup besar dan konkret. Jadi memang dalam setiap gagasan membuat event, itu memang harus difikirkan hal-hal seperti itu,” ujar Irawan kepada Tribunkaltim.co pada Selasa (9/6/2026) malam.
Baca juga: Makna Dibalik Pemakaian Gelang Sebelum Penanaman Icu Onam Suku Dayang Aoheng di Mahulu
Irawan berharap, ke depan setiap kegiatan budaya di Mahakam Ulu tidak lagi dirancang secara parsial, melainkan dikemas secara menyeluruh dengan memadukan aspek pelestarian adat dan penguatan ekonomi agar menghasilkan dampak yang berkelanjutan bagi kesejahteraan masyarakat.
“Kita berharap semua event itu bisa dikemas di konsep secara utuh. Tidak saja aspek budayanya, tetapi ada aspek ekonomi kemasyarakatan yang terlibat di dalamnya. Menjadi multiplyer effect seperti itu,” katanya.
Dengan penerapan konsep yang matang tersebut, pagelaran budaya di Kabupaten Mahakam Ulu diharapkan mampu berjalan beriringan.
Yakni, menjaga warisan leluhur sekaligus menjadi sarana pemberdayaan ekonomi dan penguatan sektor ekonomi kreatif daerah yang tangguh. (*)
| 3 Fakta Kecelakaan Truk Sawit di Gunung Manen Mahulu, Lokasi yang Kerap Memakan Korban |
|
|---|
| Kecelakaan Tunggal di Mahakam Ulu, Truk Muatan Bibit Sawit Terguling di Tikungan Rawan |
|
|---|
| Mahakam Ulu Siapkan Pengembangan Wisata Jantur Melaham Batang, Masuk Kajian Tahap Pendahuluan |
|
|---|
| DPRD Mahulu dan Disparpora Sepakat Jadikan Sektor Pariwisata Sebagai Prioritas Daerah |
|
|---|
| Kenaikan Harga Bahan Pokok Tekan Pedagang di Mahakam Ulu, Pembeli Berkurang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260610_Plt-Kepala-Disparpora-Mahakam-Ulu-Irawan-Sanjaya-mengikuti-penutupan-Icu-Onam-Adet.jpg)