Berita Berau Terkini
Penyaluran BLT Berau Berubah Menjadi Sekali Setahun pada Bulan Desember
Penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) di Kabupaten Berau tahun ini mengalami perubahan pola
Penulis: Renata Andini Pengesti | Editor: Samir Paturusi
Ringkasan Berita:
- Penyaluran BLT di Kabupaten Berau berubah dari tiga bulan sekali menjadi setahun sekali pada Desember.
- Perubahan pola penyaluran disebabkan oleh keterbatasan anggaran dan penyesuaian administrasi.
- Jumlah penerima manfaat menyusut karena pembatasan kriteria hanya untuk kategori desil 1 hingga desil 5.
- Besaran bantuan menurun dari Rp500.000 menjadi Rp300.000 per bulan yang diakumulasikan.
- Pemerintah Kabupaten Berau menyiapkan anggaran sebesar Rp3,325 miliar untuk program bantuan tersebut.
TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) di Kabupaten Berau tahun ini mengalami perubahan pola.
Jika sebelumnya disalurkan setiap tiga bulan, kini diubah menjadi satu kali setahun yang dijadwalkan Desember mendatang.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Berau, Iswahyudi, menjelaskan, perubahan ini tidak lepas dari kondisi anggaran serta penyesuaian dalam proses administrasi yang dinilai semakin kompleks.
“Karena keterbatasan anggaran dan adanya perubahan dalam administrasi, penyaluran BLT kami ubah menjadi satu kali dalam setahun, tidak lagi setiap tiga bulan,” ujarnya kepada Tribunkaltim.co, Rabu (10/6/2026).
Adapun jumlah penerima manfaat juga mengalami penyesuaian. Dinsos mencatat sebanyak 168 anak yatim piatu dan 509 lanjut usia (lansia) akan menerima bantuan tersebut. Cakupan penerima tidak lagi seluas sebelumnya.
Ditegaskan, BLT tahun ini hanya akan menyasar kelompok masyarakat pada kategori desil 1 hingga desil 5.
Artinya, rumah tangga yang tergolong hampir mampu atau berada pada desil 6 tidak lagi masuk dalam daftar penerima.
Baca juga: BLT Kesra 2026 Kapan Cair? Cek Info Terkini Bantuan Rp 900 Ribu, Cara Dapat dan Kriteria Penerima
“Karena itu jumlahnya pasti berkurang. Kita akan lebih selektif dan hanya utamakan sampai desil 5,” jelasnya.
Selain kuota penerima yang dipersempit, besaran bantuan yang diterima juga mengalami penurunan. Jika sebelumnya setiap penerima mendapatkan Rp 500 ribu per bulan, kini nilainya menjadi Rp 300 ribu per bulan.
Dengan skema pencairan sekali dalam setahun, maka setiap penerima diperkirakan akan menerima akumulasi bantuan sebesar Rp 3,6 juta pada Desember.
Meski begitu, pihaknya masih terus melakukan penghitungan ulang untuk memastikan kecukupan anggaran.
“Tapi sekarang masih kita godok juga apakah anggarannya cukup atau tidak,” tambahnya.
Untuk mendukung pelaksanaan tersebut, Dinsos Berau telah menyiapkan total anggaran sebesar Rp 3.325.000.000.
Dibebernya, perubahan pola penyaluran ini telah diketahui oleh Bupati Berau. Selain itu, pihaknya juga telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat di tingkat kelurahan agar tidak menimbulkan kebingungan di kemudian hari.
Dinsos juga memastikan bahwa pembaruan data penerima telah dilakukan, termasuk penyelesaian berbagai proses administrasi yang menjadi syarat penyaluran bantuan.
| Terkendala Urusan Administrasi, Rumah Sakit Daerah Baru Berau Gagal Beroperasi di Bulan Mei |
|
|---|
| Bupati Berau Sri Juniarsih Lepas Puluhan Tukik di Pantai Green Nirvana Maratua |
|
|---|
| 3 Alasan Maratua Berau Dibangun TPST tanpa Mesin Insinerator demi Eksotisme Wisata Bahari |
|
|---|
| Berau Siapkan TPST Pertama di Maratua, Pengolahan Sampah Terpadu Butuh Rp30 Miliar |
|
|---|
| Bupati Berau Sri Juniarsih Mas Tinjau Langsung Embung Air Bersih di Pulau Maratua |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260710-Kepala-Dinas-Sosial-Iswahyudi.jpg)