Harga Pertamax Naik
Usai Kenaikan Harga Pertamax, Polsek Sangatta Utara Sidak 8 SPBU untuk Pastikan Stok BBM Aman
Mengantisipasi dampak pergeseran konsumsi dan potensi penyimpangan, Polsek Sangatta Utara langsung bergerak melakukan pemantauan berkala
Penulis: Nurila Firdaus | Editor: Nur Pratama
Ringkasan Berita:
- Harga BBM jenis Pertamax di Sangatta naik signifikan dari Rp12.600 menjadi Rp16.650 per liter
- Polsek Sangatta Utara melakukan inspeksi mendadak ke delapan SPBU untuk memastikan stok aman
- Polisi mengantisipasi pergeseran konsumsi masyarakat dari Pertamax ke BBM bersubsidi Pertalite
- Kapolsek Sangatta Utara memastikan tidak ditemukan indikasi penimbunan atau kecurangan niaga
TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax yang cukup signifikan memicu kekhawatiran terjadinya lonjakan antrean pada jalur pengisian Pertalite di Sangatta, Kabupaten Kutai Timur.
Sebagian masyarakat diprediksi akan beralih ke BBM bersubsidi akibat perubahan tarif non-subsidi tersebut.
Per 10 Juni 2026 pukul 00.00 Wita, harga Pertamax melonjak dari Rp12.600 menjadi Rp16.650 per liter, naik sebesar Rp4.050.
Sebelumnya, beberapa waktu lalu Pertamax Turbo telah mengalami kenaikan menjadi Rp21.200 per liter, sementara Dexlite dan Pertamina Dex justru mengalami penurunan harga masing-masing menjadi Rp23.500 dan Rp25.350 per liter.
Baca juga: Demam Piala Dunia 2026, Polres Kutim Perketat Patroli dan Mitigasi Gangguan Kamtibmas
Mengantisipasi dampak pergeseran konsumsi dan potensi penyimpangan, Polsek Sangatta Utara langsung bergerak melakukan pemantauan berkala.
Berdasarkan hasil pemeriksaan lapangan, kondisi pasokan energi di wilayah Sangatta Utara dan Sangatta Selatan dipastikan masih berada dalam batas aman tanpa adanya indikasi penimbunan.
"Personel kami melakukan pengecekan langsung ke sejumlah SPBU, APMS, dan Pertashop hasilnya ketersediaan BBM masih mencukupi kebutuhan masyarakat dan tidak ditemukan adanya kecurangan niaga BBM," ujar Kapolsek Sangatta Utara Iptu Bambang Eko, Kamis (11/6/2026).
Inspeksi mendadak (sidak) ini menyasar delapan titik penyaluran BBM strategis yang meliputi :
- SPBU di Jalan APT Pranoto,
- SPBU di Jalan Yos Sudarso,
- SPBU di Jalan Soekarno-Hatta,
- SPBU di Jalan AW Syahrani,
- serta beberapa APMS dan Pertashop yang tersebar di wilayah Sangatta.
Langkah preventif ini diambil oleh aparat kepolisian untuk mengawal kelancaran distribusi logistik BBM pasca-penyesuaian harga.
Petugas memastikan ketersediaan komoditas penting mulai dari Pertalite, Pertamax, Pertamax Turbo, Solar, Dexlite, hingga Pertamina Dex tetap tersedia secara merata bagi konsumen.
"Kami mengingatkan pengelola dan operator SPBU untuk tetap mematuhi aturan distribusi BBM. Apabila ditemukan indikasi pelanggaran, kami akan mengambil langkah sesuai ketentuan yang berlaku. Tujuannya agar distribusi BBM tetap tepat sasaran dan tidak merugikan masyarakat," tegasnya.
Kegiatan monitoring komprehensif ini bertujuan utama untuk memitigasi dampak langsung dari fluktuasi harga di pasar regional. Polisi memfokuskan pengawasan pada keandalan pelayanan SPBU agar tidak terjadi kepanikan atau antrean kendaraan yang mengular hingga mengganggu ketertiban umum.
Selain memeriksa fisik tangki penyimpanan, aparat juga memberikan instruksi tegas kepada manajemen pangkalan pengisian.
Pengelola diwajibkan menyortir kendaraan guna meminimalisir praktik pengetapan atau pembelian berulang oleh oknum spekulan yang mencari keuntungan pribadi dari selisih harga baru.
"Kami memberikan imbauan kepada seluruh petugas SPBU agar melayani konsumen sesuai ketentuan yang berlaku dan mencegah praktik pengisian berulang oleh pihak-pihak yang berpotensi melakukan pengetapan atau penyalahgunaan BBM," pungkasnya. (*)
| Dampak Kenaikan BBM Pertamax, UMKM Balikpapan Berjuang Pertahankan Harga Jual via Gas Subsidi |
|
|---|
| Harga Pertamax Naik, Akademisi UBT Sebut Dampaknya ke Ekonomi Tak Signifikan |
|
|---|
| DPR Sebut Harga Pertamax Bisa Capai Rp20.000, Ini Alasan Pemerintah Belum Naikkan Harga BBM |
|
|---|
| Serukan Aksi Menuju Indonesia Bangkrut, BEM UI sebut Ekonomi Runtuh, Pemerintah Justru Memperkeruh |
|
|---|
| Harga Pertamax di Indonesia Melonjak, Malaysia 2 Kali Turunkan Harga BBM Sejak Akhir Mei 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260611_Sidak-SPBU.jpg)