Sabtu, 13 Juni 2026

Harga Pertamax Naik

Dampak Kenaikan Harga Pertamax dan Biaya Perawatan Motor bagi Ojol Sangatta

Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax dirasakan sebagian para pelaku transportasi online seperti driver ojek online

Tayang:
Penulis: Nurila Firdaus | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/Nurila Firdaus
MULAI DIRASAKAN - Antrean SPBU STC Sangatta di Jalan Yos Sudarso II, Jumat (12/6/2026).Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax dirasakan sebagian para pelaku transportasi online seperti driver ojek online (ojol) di Sangatta, Kabupaten Kutai Timur. (TRIBUNKALTIM.CO/NURILA FIRDAUS) 

Ringkasan Berita:
  • Kenaikan harga Pertamax dari Rp12.600 menjadi Rp16.650 per liter memberatkan pengemudi ojek daring di Sangatta
  • Pengeluaran harian untuk bahan bakar membengkak dari Rp30.000 menjadi hampir Rp50.000
  • Biaya perawatan kendaraan seperti harga oli mesin juga mengalami kenaikan signifikan
  • Pengemudi kesulitan beralih ke Pertalite karena stok sering kosong dan antrean yang sangat panjang

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA — Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax dirasakan sebagian para pelaku transportasi online seperti driver ojek online (ojol) di Sangatta, Kabupaten Kutai Timur.

Dampak nyata ini dirasakan langsung oleh Deby (33), salah seorang driver ojol yang setia menggunakan Pertamax sejak awal mendaftar. 

Kenaikan harga dari Rp 12.600 menjadi Rp 16.650 per liter dirasanya sangat tinggi dan langsung mencekik pendapatan hariannya.

Sebelum adanya lonjakan harga ini, Deby biasanya hanya mengeluarkan kocek sebesar Rp 30.000 per hari untuk mengisi tangki motornya.

Namun sekarang, pengeluarannya membengkak drastis hingga menyentuh angka hampir Rp 50.000 setiap harinya hanya untuk urusan bensin.

Baca juga: Kelangkaan BBM Subsidi di Kutai Barat Belum Kelar, APMS Temui Bupati Kubar

"Sebagai seorang ojol pengguna Pertamax dari awal daftar, saya cukup kaget dan sangat berasa dampaknya. Karena kenaikan cukup tinggi, sebelum naik sehari bisa isi Rp 30.000 setelah naik bisa hampir Rp 50.000," ungkap Deby, Jumat (12/6/2026).

Beban Deby tidak berhenti di persoalan bensin saja. Biaya perawatan berkala sepeda motor Yamaha Fazzio miliknya juga ikut meroket, terutama untuk harga oli mesin yang melonjak dari Rp 65.000 menjadi Rp 90.000 per botol.

Padahal, sebagai pekerja jalanan dengan mobilitas tinggi, motor matic kesayangannya itu wajib mengganti oli sebanyak dua kali dalam sebulan. 

Artinya, ada biaya tambahan rutin sebesar puluhan ribu rupiah yang harus ia sisihkan ekstra dari biasanya.

"Untuk tarif ojol sendiri tidak ada kenaikan tarif dari pusat, tapi di sisi lain memang ada kenaikan potongan insentif dari aplikator yang membuat pendapatan makin tipis," keluhnya.

Kondisi di lapangan diperparah dengan sulitnya mendapatkan BBM bersubsidi jenis Pertalite di SPBU area Sangatta. 

Alih-alih beralih ke Pertalite yang lebih murah, stok di lapangan justru sering kosong dan tidak selalu siap sedia seperti Pertamax.

Kalau pun kebetulan Pertalite sedang ada, antrean kendaraan di SPBU dipastikan langsung mengular panjang hingga memakan bahu jalan. 

Baca juga: Rupiah Melemah dan BBM Naik, BEM KM Unmul Malam Ini Konsolidasi Bahas Aksi Turun ke Jalan

Menunggu antrean tersebut jelas membuang waktu produktif para ojol yang seharusnya bisa digunakan untuk mencari penumpang.

"Karena kondisi Pertalite juga susah tidak selalu ready seperti Pertamax, ya mau tidak mau tetap mengisi Pertamax daripada kehilangan waktu. Harapannya untuk kenaikan kalau bisa jangan terlalu tinggi naiknya, sebagai ojol sangat berasa dampaknya," pungkasnya. (*)

 

 

 

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 02:00 WIB
Canada
Kanada
VS
Bosnia
Bosnia
Grup D - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:00 WIB
United States
Amerika Serikat
VS
Paraguay
Paraguay
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved