Berita PPU Terkini
Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, Bupati PPU Minta Warga dan Pelaku Usaha Beri Data Sesuai Fakta
Bupati PPU, Mudyat Noor, mengajak masyarakat dan pelaku usaha, mendukung pelaksanaan sensus dengan memberikan informasi yang sesuai
Penulis: Nita Rahayu | Editor: Nur Pratama
Ringkasan Berita:
- Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Penajam Paser Utara berlangsung mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026
- Sebanyak 191 petugas diterjunkan untuk melakukan pendataan langsung ke rumah warga dan tempat usaha
- Bupati Mudyat Noor mengimbau masyarakat memberikan data akurat demi penyusunan kebijakan yang tepat
- Data hasil sensus akan menjadi rujukan penting dalam memetakan kondisi ekonomi daerah di PPU
TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM – Pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026 mulai berlangsung di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) sejak 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.
Sebanyak 191 petugas diterjunkan untuk melakukan pendataan langsung ke rumah-rumah warga, dan tempat usaha di seluruh wilayah kabupaten.
Pendataan tersebut, menjadi bagian dari upaya pemerintah memperoleh gambaran terkini, mengenai kondisi perekonomian daerah.
Data yang terkumpul nantinya, akan digunakan sebagai dasar penyusunan berbagai program, dan kebijakan pembangunan.
Baca juga: Polsek Sepaku PPU Tangkap Pria Pembawa 4 Paket Sabu dalam Mobil
Bupati PPU, Mudyat Noor, mengajak masyarakat dan pelaku usaha, mendukung pelaksanaan sensus dengan memberikan informasi yang sesuai dengan kondisi sebenarnya.
Menurutnya, kualitas data yang dihasilkan sangat bergantung pada keterbukaan responden, saat proses pendataan berlangsung.
"Berikan informasi yang benar sesuai kondisi yang sebenarnya, karena data yang benar akan melahirkan kebijakan yang tepat," ungkap Mudyat, Selasa (16/6/2026)
Selain meminta partisipasi masyarakat, Mudyat juga menaruh perhatian pada proses pengumpulan data di lapangan.
Ia meminta seluruh petugas menjalankan tugas secara profesional, serta membangun komunikasi yang baik dengan warga agar pendataan berjalan lancar.
Petugas sensus akan mendatangi rumah tangga maupun unit usaha, secara door to door selama periode pelaksanaan.
Pemerintah daerah berharap, masyarakat dapat menerima kedatangan petugas, dan memberikan keterangan yang dibutuhkan.
Mudyat menegaskan, keberhasilan sensus tidak hanya ditentukan oleh jumlah data yang terkumpul, tetapi juga tingkat akurasi dan validitas informasi yang diperoleh. Karena itu, ia mengingatkan petugas agar menghindari praktik yang dapat menurunkan kualitas data.
"Data yang dikumpulkan harus benar-benar mencerminkan kondisi yang sebenarnya sehingga dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah, administratif, maupun moral," tegasnya.
Hasil Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi salah satu rujukan penting bagi pemerintah, dalam memetakan kondisi ekonomi daerah, termasuk perkembangan usaha dan aktivitas ekonomi masyarakat di Kabupaten PPU. (*)
| Meriahkan Hari Bhayangkara ke-80, Polsek Babulu PPU Adakan Lomba Mancing Bersama Masyarakat |
|
|---|
| Cegah Abrasi, Warga dan Personel Polres PPU Kompak Tanam Mangrove di Babulu Laut |
|
|---|
| Wabup PPU Abdul Waris Muin Sidak Dapur SPPG, Pastikan Program Makan Bergizi Gratis Tetap Berjalan |
|
|---|
| Pelaku Pencuri Besi Tangki Perusahaan di PPU Ditangkap Polisi, Barang Bukti Belum Sempat Dijual |
|
|---|
| 3 Jam Bersihkan Pesisir Penajam, Puluhan Karung Sampah Diangkat dari Kawasan Pelabuhan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260616_Bupati-PPU-Mudyat-Noor_1.jpg)