Berita Berau Terkini
Program SECURE Tingkatkan Produksi Udang Windu dan Restorasi Mangrove di Berau
Panen tambak Shrimp Carbon Aquaculture (SECURE) yang dilaksanakan pada 3 Juni 2026 di Kampung Pegat Batumbuk dan Kampung Suaran Berau
Kompos digunakan untuk meningkatkan kesuburan ekosistem tambak dan mendukung pertumbuhan pakan alami, sedangkan MOL membantu menjaga keseimbangan mikroorganisme perairan sehingga kualitas lingkungan budi daya tetap terjaga.
Selain itu, sekolah lapang juga memperkenalkan teknik nursery atau pendederan sebagai bagian dari proses aklimatisasi benih udang windu dan ikan bandeng sebelum ditebar ke tambak pembesaran.
Teknik ini bertujuan meningkatkan daya tahan benih sehingga tingkat kelangsungan hidupnya menjadi lebih tinggi.
Jumardi, petambak mitra SECURE di Kampung Suaran, merasakan langsung manfaat penerapan teknik tersebut.
"Nursery menjadi salah satu pengetahuan baru yang sangat bermanfaat bagi kami. Sebelumnya benih udang windu dan bandeng langsung ditebar ke tambak sehingga tingkat keberhasilannya tidak selalu optimal. Melalui sekolah lapang, kami belajar melakukan pendederan dan aklimatisasi terlebih dahulu agar benih dapat menyesuaikan diri dengan kondisi lingkungan tambak. Hasilnya, benih lebih kuat, tingkat kelangsungan hidupnya lebih baik, dan kami lebih yakin dalam menjalankan proses budi daya," ujarnya.
Penerapan praktik-praktik tersebut turut memberikan hasil yang menggembirakan.
Tambak yang dikelola Jumardi bersama ayahnya, Satar, dan dipanen pada 3 Juni 2026 menghasilkan 284,2 kilogram udang windu serta 120 kilogram udang bintik.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Berau, Abdul Majid, mengapresiasi implementasi pendekatan SECURE yang dinilai sejalan dengan arah pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Berau.
"Pendekatan ini menunjukkan bahwa budi daya dan kelestarian lingkungan dapat berjalan beriringan. Selain meningkatkan hasil budi daya, model SECURE juga menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir yang menjadi tumpuan ekonomi masyarakat," jelasnya.
Baca juga: Bupati Berau Dorong Fun Fishing Udang Galah Jadi Agenda Wisata Tahunan Daerah
Integrasi antara restorasi mangrove dan praktik budi daya ramah lingkungan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan ketahanan tambak terhadap berbagai risiko lingkungan sekaligus membantu menekan biaya produksi.
Pendekatan ini sejalan dengan prinsip ekonomi biru yang menempatkan kesehatan ekosistem pesisir sebagai landasan pembangunan sektor kelautan dan perikanan yang berkelanjutan.
Direktur Program Kelautan YKAN, Muhammad Ilman, mengatakan bahwa keberhasilan program tidak hanya diukur dari hasil produksi, tetapi juga dari kemampuan masyarakat dalam mengelola sumber daya pesisir secara berkelanjutan.
"SECURE bukan hanya tentang produksi udang, tetapi juga tentang bagaimana masyarakat membangun kembali hubungan dengan ekosistem pesisirnya. Ketika mangrove dipulihkan dan kapasitas petambak diperkuat, kita dapat melihat sistem pengelolaan yang lebih tangguh, baik secara ekonomi maupun ekologis," pungkasnya. (*)
| BUMK Berau Dapat Panggung di Harganas Kaltim 2026, Produk Lokal Siap Curi Perhatian |
|
|---|
| Kunjungan Wisata Bidukbiduk Membludak, Bupati Berau Dorong Warga Buka Usaha Homestay |
|
|---|
| Bankaltimtara Dukung HLM TP2DD, TPAKD, dan Peluncuran Agen Laku Pandai di Kabupaten Berau |
|
|---|
| Pemprov Kaltim Siap Alokasikan Anggaran Alat Kesehatan untuk RSUD Tanjung Redeb Kabupaten Berau |
|
|---|
| Dilema Maratua Musik Festival 2026 di Berau, Panitia Berdoa Minta Hujan demi Atasi Krisis Air Bersih |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260617_Petambak-Panen-Udang-Windu-di-Berau-Kaltim.jpg)