Berita Penajam Terkini
Produksi Minyak Lapangan Sejadi Meningkat 1.865 Barel per Hari
Produksi minyak nasional kembali mendapat tambahan pasokan dari Lapangan Sejadi di perairan Kalimantan Timur
Penulis: Nita Rahayu | Editor: Samir Paturusi
Ringkasan Berita:
- Lapangan Sejadi di Kalimantan Timur menambah produksi minyak nasional sebesar 1.865 barel per hari
- Tambahan pasokan berasal dari Sumur SJ-6 dan Sumur SJ-4RD1 yang mulai berproduksi pada Juni 2026
- Keberhasilan ini membuktikan potensi besar lapangan migas tua melalui optimalisasi aset dan teknologi
- Proyek pengembangan dilakukan lebih cepat dan efisien dibandingkan anggaran yang telah ditetapkan
TRIBUNKALTIM.CO,PENAJAM – Produksi minyak nasional kembali mendapat tambahan pasokan dari Lapangan Sejadi di perairan Kalimantan Timur.
PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT) mencatat tambahan produksi sebesar 1.865 barel minyak per hari (BOPD), setelah dua sumur pengembangan mulai berproduksi pada 12 Juni 2026.
Tambahan produksi tersebut berasal dari Sumur Sejadi SJ-6 dan Sumur Sejadi SJ-4RD1, yang dikembangkan di lapangan migas yang telah lama beroperasi.
Berdasarkan hasil uji produksi, Sumur SJ-6 menghasilkan minyak bersih 942 BOPD, sedangkan Sumur SJ-4RD1 menghasilkan 923 BOPD serta gas 0,853 MMSCFD.
Baca juga: Melihat dari Dekat Operasi Lepas Pantai PHKT Kaltim: Taruhan Nyawa dan Rindu di Rig Sejadi
Keberhasilan ini menunjukkan masih adanya peluang peningkatan produksi, dari lapangan eksisting melalui pengembangan sumur baru maupun pengeboran ulang.
General Manager Zona 10 PHKT, Darmapala, mengatakan pengembangan di Lapangan Sejadi, menjadi bagian dari upaya perusahaan menjaga tingkat produksi melalui optimalisasi aset yang sudah ada.
“Capaian ini semakin memperkuat keyakinan kami bahwa peluang pertumbuhan produksi masih terbuka melalui pengelolaan aset yang tepat dan pengembangan lapangan yang berkelanjutan,” ungkapnya Rabu (17/6/2026).
Menurut dia, pengembangan Lapangan Sejadi dilakukan melalui kajian bawah permukaan secara menyeluruh, dengan konsep pengembangan infill dan step out, untuk mengidentifikasi potensi cadangan yang masih dapat diproduksikan.
Selain pengeboran sumur, pengembangan lapangan juga didukung peningkatan fasilitas produksi, melalui program perluasan area platform atau deck extension.
Penambahan fasilitas tersebut dilakukan, untuk menunjang kegiatan operasi dan pengembangan lapangan berikutnya.
PHKT menyebut penyelesaian pengeboran kedua sumur, juga dilakukan lebih cepat dan dengan biaya lebih rendah, dibandingkan anggaran yang telah ditetapkan.
Baca juga: PHKT Siapkan Pengeboran 4 Sumur Pengembangan pada 2026
Keberhasilan pengembangan Lapangan Sejadi melibatkan kolaborasi berbagai fungsi, mulai dari tim subsurface, pengeboran dan intervensi sumur, proyek fasilitas, hingga tim operasi lapangan.
Program tersebut juga mendapat dukungan dari SKK Migas, pemerintah daerah, dan sejumlah pemangku kepentingan terkait.
Kepala Perwakilan SKK Migas Kalimantan dan Sulawesi, Hariyanto Syafrie, menilai tambahan produksi dari Lapangan Sejadi, menjadi kontribusi positif bagi upaya peningkatan produksi migas nasional.
“Tambahan produksi ini memberikan kontribusi positif terhadap pencapaian target produksi minyak nasional sekaligus memperkuat ketahanan energi Indonesia,” ujar Hariyanto. (*)
| Mesin Rusak di Tengah Laut, Nelayan Api-Api PPU Ditemukan Selamat |
|
|---|
| Incar Gelang Emas Pemilik Warung, Pelaku Pencurian di Sepaku PPU Diringkus Polisi dalam 4 Hari |
|
|---|
| Polsek Sepaku PPU Tangkap Pria Pembawa 4 Paket Sabu dalam Mobil |
|
|---|
| Kapasitas IPA Waru Meningkat, 1.000 Rumah di PPU Segera Nikmati Air Bersih |
|
|---|
| Bupati PPU Lepas Kontingen KTNA ke PENAS XVII Gorontalo, Diminta Bawa Inovasi Pertanian |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260717-Lapangan-Sejadi.jpg)