Harga Rumah Bersubsidi Naik 17 Persen

Harga rumah bersubsidi atau rumah yang dibiayai melalui Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) mengalami kenaikan sebesar Rp 17 juta.

JAMBI - Harga rumah bersubsidi atau rumah yang dibiayai melalui Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) mengalami kenaikan sebesar Rp 17 juta. Rumah yang awalnya dihargai Rp 88 juta itu menjadi Rp 105 juta.Adanya kenaikan rumah tipe 36 khusus bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) ini disampaikan REI dan Apersi Jambi yang mengacu pada keterangan Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera). Hanya saja kedua organisasi pengembang perumahan ini belum menerima surat langsung dari Kemenpera terkait pemberlakuan harga tersebut.

Sekretaris REI Jambi, Miftah mengatakan kenaikan harga rumah FLPP ini baru diketahuinya untuk wilayah I Sumatera dan Jawa bagian barat. Dia bilang pengembang perumahan yang tergabung dalam REI Jambi masih wait and see petunjuk resmi secara tertulis dari Kemenpera dan Kemenkeu pusat.

"Petunjuknya menunggu Kemepera dan Lemenkeu, kalau anggota REI masih belum menerapkan. Bila nanti perbankan juga sudah oke, harga ini kita dengan sendirinya akan menyesuaikan," katanya kepada Tribun, Rabu (4/12).

Menurut REI kenaikan harga rumah ini sudah selayaknya, karena karena harga Rp 88 juta sudah sejak tahun 2011 diberlakukan. Bahkan sebelum harga ini naik REI berhitung lebih dulu terjadi kenaikan biaya produksi karena imbas kenaikan BBM. "Tentunya kenaikan harga rumah yang demikian akan dimbangi dengan peningkatan kualitas dan meningkatkan spesifikainya," katanya.

Miftah menyebutkan secara keseluruhan hingga Desembser 2013 ini REI Jambi sudah membangun 2.300 unit rumah. Jumlah ini masih kurang dari target ideal sebanyak 5 ribu unit. Hal ini karena beberapa kendala yang dihadapai anggota REI seperti proses sertifikasi, serta semakin terbatasnya lahan yang harganya naik dengan cepat, sementara harga harus menyesuaikan dengan kemampuan masyarakat.

Di tahun 2014 REI Jambi menargetkan akan kembali mengusahakan membangun rumah di angka 4 ribu-5 ribu unit. Kata Miftah permintaan akan rumah di Jambi masih tinggi, tetapi realisasinya yang belum seperti yang diinginkan.

REI juga mengharapkan dengan adanya kenaikan ini pihak perbankan juga segera merealisasikan. "Jadi kita memang mengharapkan ada kenaikan rumah FLPP, kalau nggak naik banyak pengembang yang nggak sanggup bangun rumah FLPP," ucapnya.

Sekretaris Apersi Jambi, Pardiman mengatakan hal yang sama. Apersi masih menunggu surat resmi dan siap memberlakukan harga sesuai aturan. Dia bilang Apersi tahun ini menargetkan membangun 2 ribu unit rumah.

"Dari sisi permintaan relatif cukup tinggi, dengan harga yang meningkat ini spek rumah kita tingkatkan, seperti sudah keramik, cat, artinya dengan kenaikan harga secara fisik kita tingkatkan spesifikasinya," ujarnya. (*)

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help