Kisah Manusia Perahu

Nasi, Sarden, Mi Instan jadi Menu Setiap Hari

Tak kurang dari 150 kg beras dihabiskan setiap harinya untuk memberi makan para manusia perahu.

Penulis: Rafan Dwinanto |
TRIBUN KALTIM/GEAFRY NECOLSEN
Warga asing di Tanjung Batu, Kecamatan Derawan, Kabupaten Berau. 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG BATU - Tak kurang dari 150 kg beras dihabiskan setiap harinya untuk memberi makan para manusia perahu. Hal ini diungkapkan Mariana, Ketua RT 5, Tanjung Batu, Berau.

Mariana beserta 25 anggota PKK Tanjung Batu setiap harinya memasak untuk keperluan manusia perahu.

"Awalnya dulu hanya 100 kg per hari. Kemudian Pemkab menginstruksikan untuk 150 kg perhari. Ini untuk tiga kali makan. Pagi, siang, dan malam," tutur Mariana.

Keterbatasan bantuan membuat PKK Tanjung Batu tak leluasa memberi variasi menu kepada ratusan manusia perahu. Sebanyak 560 nasi bungkus diantar ke penampungan setiap kali makan. Dalam sehari berarti manusia perahu menghabiskan tak kurang dari 1.680 nasi bungkus.

"Isinya nasi, ikan kaleng, sama mi instan. Kadang ikan kalengnya kita ganti pakai ikan asin biar ada variasi. Tapi tiap kali makan menunya ya itu-itu saja. Karena kami memang hanya diberikan mie instan, ikan kaleng dan berasnoleh Dinas Sosial," ungkap Mariana. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved