Berita Balikpapan Terkini
Sekdakot Balikpapan Muhaimin Sebut Kurangi Ketergantungan Dana Transfer Pusat dengan Tingkatkan PAD
Muhaimin menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus meningkatkan PAD guna mengurangi ketergantungan pada dana transfer
Penulis: Ary Nindita Intan R S | Editor: Nur Pratama
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan, Kalimantan Timur terus berupaya mengurangi ketergantungan terhadap dana transfer dari pemerintah pusat dan provinsi.
Salah satunya dengan meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).
Dalam anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) 2025, kontribusi PAD terhadap total pendapatan daerah mencapai 34,5 persen.
Angka tersebut ditargetkan meningkat menjadi 40,7 persen pada rancangan kebijakan umum anggaran dan prioritas plafon anggaran sementara (KUA-PPAS) tahun anggaran 2026.
Baca juga: Pemkot Balikpapan Optimis Capai PAD Rp1,3 Triliun Lewat Pajak, Sudah Terealisasi 70 Persen
Sekretaris Daerah Kota (Sekdakot) Balikpapan, Muhaimin menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus meningkatkan PAD guna mengurangi ketergantungan pada dana transfer.
“Kami menargetkan ketergantungan terhadap pendapatan transfer turun dari 70 persen pada 2025 menjadi 55 persen pada 2030,” ujarnya, Jumat (29/8/2025).
Untuk mencapai target tersebut, Pemkot Balikpapan menerapkan sejumah strategi seperti penguatan regulasi, pembaruan data, peningkatan kualitas pelayanan dan pengelolaan kas yang lebih terencana.
Selain itu, intensifikasi dan ekstensifikasi penerimaan pajak, serta retribusi daerah menjadi focus utama.
Salah satu langkah konkrit Adalah pemasangan alat rekam transaksi di berbagai sektor usaha dan penguatan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).
Pemkot Balikpapan juga mengoptimalkan peran Balikpapan sebagai kota meetings, incentives, conventions, and exhibitions (MICE) dengan menyelenggarakan event skala regional dan nasional secara rutin.
“Kami berharap hamper setiap bulan ada event besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Khususnya dari sektor jasa seperti perhotelan, restoran, dan kuliner yang secara langsung meningkatkan PAD,” kata Muhaimin.
Menurut rencana Pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) 2025-2029, PAD diproyeksikan tumbuh sebesar 11 persen setiap tahun.
Untuk mendukung proyeksi ini, Pemkot Balikpapan akan melakukan digitalisasi pajak dan retribusi daerah, mengoptimalkan pajak bumi dan bangunan pada sektor perkotaan dan perdesaan (PBB-P2), serta memberikan stimulus untuk kegiatan MICE.
Dengan upaya tersebut, Balikpapan optimis dapat memperkuat perekonomian daerah dan mencapai kemandirian fiskal yang lebih baik di masa depan. (*)
Aksi Peduli Mangrove, dari Relawan hingga Pelajar Tanam 1.000 Bibit di Balikpapan Barat |
![]() |
---|
Pemkot Balikpapan Optimis Capai PAD Rp1,3 Triliun Lewat Pajak, Sudah Terealisasi 70 Persen |
![]() |
---|
Alasan Rahmad Mas'ud Batalkan Janji Bertemu Aliansi Balikpapan Melawan Hari Ini, Bakwan Kecewa |
![]() |
---|
Aliansi Balikpapan Melawan Kembali Kecewa, Gagal Temui Walikota Balikpapan karena Berada di Jakarta |
![]() |
---|
Rutan Balikpapan Gelar Skrining Penyakit Menular dan Tidak Menular Bagi Warga Binaan |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.