Kamis, 23 April 2026

Kisah Pilu Gadis Cilik Engeline

Christotopher Curigai SMS Yvonne Minta Uang Tebusan Penculikan Engeline

"Dana (Rp 150 juta) tidak ditransfer karena timbul kecurigaan. Dia (Yvonne, Red) mengaku terima terima SMS jam 01.41 Wita terus difoward jam 01.42."

(Tribun Bali/Rizal Fanany)
Christina Scarborough (kiri) menemani Yvonne Telly Megawe (kanan), kakak tirinya, usai menjalani pemeriksaan di Diteskrimum Polda Bali, Denpasar, Jumat (19/6/2015).(Tribun Bali/Rizal Fanany) 

TRIBUNKALTIM.CO - Penyidik Ditreskrimum Polda Bali memeriksa saksi terkait pembunuhan Engeline, Christopher Burns. Pemeriksaan dilakukan Rabu (8/7/2015) sejak pukul 12.00 Wita hingga 16.30 Wita. Pertanyaan yang diajukan terhadap Christopher sebanyak 19 pertanyaan.

Pendamping hukum Christopher, Harris Arthur Hedar mengatakan, ketika diambil keterangan Christopher mengaku mendapat pesan singkat dari Yvonne pada pukul 01.42 wita pada hari Minggu (17/5/2015), sehari setelah Engeline alias Angeline dinyatakan hilang.

Padahal, Yvonne mengaku mendapat pesan singkat permintaan tebusan dari penculik pukul 01.41 Wita. Belakangan diketahui, pada saat itu, Engeline telah meninggal dan dikuburkan di bawah kandang ayam, pekarangan Manriet Megawe, ibu Yvone.

"Dana (Rp 150 juta) tidak ditransfer karena timbul kecurigaan. Dia (Yvonne, Red) mengaku terima terima SMS jam 01.41 Wita terus difoward ke Christopher jam 01.42 wita," kata Harris kepada Tribun-Bali.com usai mendampingi Christopher ketika pemeriksaan di Ditreskrimum Polda Bali, Rabu (8/7).

BACA JUGA: Wajahnya Mirip Sekali Engeline, Gadis Cilik Ini Hidup Miskin

(Tribun Bali/I Putu Darmendra dan Repro Facebook)
Ni Wayan Sintia Diana Wati, bocah 5 tahun (foto tengah), warga Dusun Penaga Landih, Desa Landih, Kecamatan Kintamani, Bangli, Bali. Wajahnya mirip sekali dengan Engeline (foto kiri dan kanan), bocah 8 tahun, yang jasadnya ditemukan membusuk di pekarangan rumah Mergriet Megawe, ibu asuh yang kini berstatus tersangka pembunuhan Engeline. Foto: Tribun Bali/I Putu Darmendra dan Repro Facebook.
 

Saat menerima pesan singkat itu, Christopher sempat meminta Yvonne untuk melaporkan penculik yang diduga fiktif itu pada pihak kepolisian.

Yvonne mengaku telah melaporkan pada pihak kepolisian. "Kok lapor ke polisi secepat itu padahal, Yvonne baru terima SMS dari penculik jam 01.41 Wita lalu foward ke Christopher jam 01.42 Wita. Lalu kapan lapor ke polisi," tandas Harris.

Berawal dari kecurigaan itu, akhirnya Christopher mengurungkan niatnya menghimpun dana dari teman-temannya sebagai tebusan untuk pembebasan Engeline. "Christopher berpikir ini kemungkinan rekayasa," ucap Harris.

BACA JUGA: Margriet Ikut Mengubur Engeline, Rekonstruksi Kuatkan Peran Pembunuh

TRIBUN BALI/RIZAL FANANY
Margriet mendapat pengawalan petugas kepolisian saat keluar dari ruangan Labfor Polresta, Denpasar, Selasa (30/6/2015).

Ia mengatakan, ketika meminta bantuan uang tebusan pada Christopher, Yvonne juga memberikan nomor rekening yang diakui anak kandung Margriet itu adalah nomor rekening penculik Engeline.

"Rekening itu dari Bank BRI atas nama Bambang Setiawan. Nomor rekening itu dikatakan Yvonne bahwa itu rekening penculik," ucap Harris.

Ia mengatakan, secara logika ketika diketahui Engeline diculik maka, langkah pertama yang dilakukan keluarga yaitu melaporkan pada pihak kepolisian dan fokus melakukan pencairan bukannya, menghimpun dana.

BACA JUGA: Motif Margriet Bunuh Engeline Belum Diketahui

"Belum cukup satu hari Engeline hilang. Kenapa mereka justru seakan-akan membutuhkan dana. Permintaan dana itu tanggal 17 Mei 2015 siang sedangkan hilangnya Engeline 16 Mei 2015 pada sore hari," kata Harris.

Ia mengatakan, Yvonne terakhir menghubungi Christopher pada 7 Juli 2015. Ketika itu, Yvonne memberitahukan kasus Engeline telah ditangani oleh Polresta Denpasar. "Kenapa baru disampaikan sekarang," imbuh Harris.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved