Selasa, 21 April 2026

Pilot Amerika yang Diburu Sukhoi Minta Nasi Goreng

"Saya no comment," ucapnya yang enggan berkomentar panjang lebar mengenai keberadaan James di Lanud Tarakan.

Penulis: Junisah |
Hand-Out/Lanud Tarakan
Perwira menengah Angkatan Laut Amerika Serikat, Letkol James Patrick Murphy mengangkat tangan saat dipaksa mendarat oleh TNI AU di Lanud Tarakan, Senin (9/11/2015). Pilot pesawat asing Cesna tersebut masuk wilayah Indonesia secara ilegal dan masih ditahan hingga Rabu (11/112015). (Hand-Out/Lanud Tarakan) 

TRIBUNKALTIM.CO, TARAKAN - Sudah empat hari ini penerbang yang merupakan anggota militer Amerika Serikat, Letkol James Patrick Murphy, yang masuk secara ilegal di daerah perbatasan Ambalat Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), ditahan di Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Tarakan.

Entah di ruangan mana di Lanud Tarakan, pastinya James ditempatkan.

Pasalnya ketika Tribun mengunjungi Lanud Tarakan, Kamis (12/11) untuk menemui Danlanud Tarakan Letkol Pnb Tiopan Hutapea, sama sekali tidak telihat keberadaan James.

Saat ditanya Tribun, di ruangan mana di Lanud Tarakan James tinggal, orang nomor satu di Lanud Tarakan enggan berkomentar.

"Saya no comment," ucapnya yang enggan berkomentar panjang lebar mengenai keberadaan James di Lanud Tarakan.

BACA JUGA:

Netizen Dukung TNI Tindak Si Letkol Amerika, Bila Membangkang Tembak Saja

Inilah TNI Pemberani, Suruh Angkat Tangan Tentara Amerika Berpangkat Letkol

Nggak Lucu, Letkol James, Pilot Senior Tentara Amerika Tak Tahu Lihat GPS Ambalat

Tiopan mengaku, bahwa warga negara Amerika Serikat tersebut masih diinapkan di Lanud Tarakan. Selama tinggal di wilayahnya, untuk logistik seperti makan dan minum, masih menjadi tanggung jawabnya.

"Untuk logistik, belum ada pihak yang bertangung jawab. Namun sebagai rasa kemanusiaan saya yang kasih dia (James) makan. Malah untuk makan James minta nasi goreng, yah kami belikan nasi goreng di luar," ujarnya yang ditemui di ruang kerjanya di Lanud Tarakan.

Baca juga: Personel TNI AU Terkejut, Pilot Letkol James Modifikasi Pesawat

Menurut Tiopan, selama tinggal di Lanud Tarakan, aktivitas kehidupan James normal seperti orang biasanya.

Mulai dari tidur, makan dan minum semua dilakukannya. Tak hanya itu James pun diperbolehkan untuk menonton televisi.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved