Membludak, Pasien Anak Terpaksa Dirawat di Lorong Rumah Sakit
Beberapa pekan terakhir, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Rivai Berau, Kalimantan Timur dibanjiri pasien.
TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Beberapa pekan terakhir, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Rivai Berau, Kalimantan Timur dibanjiri pasien.
Tidak hanya pasien yang memeriksakan kesehatan atau rawat jalan, pasien rawat inap pun membludak.
Bahkan, ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) yang sedianya untuk ruang memberikan pertolongan pertama bagi pasien darurat disulap menjadi ruang rawat inap.
Seluruh ruang rawat inap di RSUD Abdul Rivai yang jumlahnya 170 tempat tidur terisi penuh. Pasien yang baru masuk terpaksa harus rela dirawat di lorong-lorong rumah sakit. Tidak hanya pasien dewasa, anak dan bayi pun harus menjalani perawatan intensif di lorong rumah sakit.
Ruang Anggrek, ruangan rawat inap anak tampak penuh sesak. Tidak hanya bocah-bocah yang menempati ruangan, orangtua atau keluarga pasien yang menunggu berjubel di dalamnya.
Karpet atau kasur tipis menjadi alas tidur, sementara anak-anak dirawat di atas ranjang besi ketinggian kurang lebih satu meter.
"Dia kena DBD, sudah tujuh hari dirawat di sini (lorong Ruang Anggrek)," kata Fitri --bukan nama sebenarnya, ibu pasien kepada Tribunkaltim.co.
Fitri mengaku sudah beberapa kali menanyakan kepada pihak rumah sakit, kalau-kalau ada ruangan yang tersedia untuk putra semata wayangnya ini.
Baca: Tak Perlu Rujukan Puskesmas, Pasien dengan Gejala DBD Bisa Langsung ke Rumah Sakit
"Tapi kata suster (perawat), semua ruangan penuh, saya enggak percaya. Karena di ujung sana ada ruangan kosong," kata Fitri sembari menunjuk ruangan dengan pintu kaca. Di bagian pintu terdapat tulisan 'Ruang Isolasi'.
Pengamatan Tribunkaltim.co, ruangan itu memang tampak kosong, lengkap dengan empat buah ranjang.
Menurut seorang perawat yang ditemui Tribunkaltim.co, ruang tersebut dikhususkan untuk ruang isolasi, bagi pasien penderita penyakit menular atau kondisi kesehatan yang bisa mempengaruhi kesehatan pasien lainnya.
"Apalagi yang sakit ini kan anak-anak, kemudian dirawat di lorong rumah sakit yang banyak dilewati orang. Saya sebagai orangtua justru khawatir anak-anak terkena kuman penyakit," ujar keluarga pasien anak lainnya yang juga enggan disebutkan namanya.
Dia mengaku sudah berkali-kali meminta dipindahkan ke ruangan.
"Saya juga minta ruang kelas 1 atau kalau perlu VIP, karena anak saya tidak bisa tidur nyenyak, pasti terbangun kalau ada orang lewat di lorong," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/pasien-di-lorong-rs_20160121_112950.jpg)