Minggu, 26 April 2026

Membludak, Pasien Anak Terpaksa Dirawat di Lorong Rumah Sakit

Beberapa pekan terakhir, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Rivai Berau, Kalimantan Timur dibanjiri pasien.

TRIBUN KALTIM/GEAFRY NECOLSEN
Pasien anak yang dirawat di lorong RSUD Abdul Rivai, Berau karena kapasitas kamar yang tidak mencukupi, Rabu (20/1/2016). 

Meski bersedia membayar lebih, keluarga pasien ini tak juga mendapat ruangan yang layak untuk anaknya yang tengah mengalami demam tinggi. "Katanya semua ruangan penuh," tandasnya.

Hal senada dikemukakan beberapa pasien dewasa yang tengah menjalani perawatan di lorong-lorong rumah sakit.

"Tapi jangan disebut nama saya, nanti saya malah enggak dilayani dengan baik," kata pasien tersebut.

Baca: Kartu BPJS Belum Aktif, Pasien Tumor Terlambat Diobati dan Meninggal di Rumah Sakit

Tak Berbuat Banyak
Humas RSUD Abdul Rivai Erva Anggriana membenarkan kondisi membludaknya pasien. Pihaknya mengaku tidak dapat berbuat banyak, selain menyediakan tempat apa adanya.

Meski demikian, Erva menegaskan, manajemen RSUD tetap mengutamakan pelayanan semaksimal mungkin.

“Sudah semingguan ini semua fasilitas rawat inap penuh, bahkan ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) saja tidak ada tempat lagi. Pasien rawat inap membludak dan antrean juga panjang untuk di rawat dalam ruangan,” ungkapnya Erva.

Dikemukakan, ruang rawat inap kelas I dan VIP juga membludak, Erva menambahkan, antrean pasien permintaan ruang VIP Edelweis dan Teratai juga cukup panjang.

Seperti yang tampak di ruang penyakit dalam Flamboyan dan Dahlia. Tidak terkecuali ruang rawat inap untuk anak, yakni Ruang Anggrek.


TRIBUN KALTIM/GEAFRY NECOLSEN -- Pasien dirawat di ruang Anggrek RSUD Abdul Rivai, Berau, Kalimantan Timur, Rabu (20/1/2016).

Bahkan menurut Erva, mayoritas pasien dalam kondisi parah saat ini juga tengah dirawat di ruang IGD. Pasien-pasien tersebut tengah menunggu giliran mendapat ruang rawat inap. Erva belum bisa memastikan, berapa banyak pasien yang dirawat di rumah sakit.

“Jumlah peningkatan pasien belum bisa kami ketahui secara pasti, yang jelas cukup tinggi,” ujarnya. Meski penuh sesak, Erva mengatakan, RSUD tetap menerima pasien, terutama yang dalam kondisi perlu perawatan intensif.

”Kami juga tidak mungkin menolak pasien yang benar-benar membutuhkan perawatan,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Erva menyampaikan permintaan maaf kepada para pasien dan keluarganya. “Kami memohon maaf, perawatan terpaksa dilakukan di selasar atau lorong rumah sakit, karena seluruh ruangan memang sudah penuh,” tandasnya. (*)

dan Klik Saja Follow @tribunkaltim serta Tonton Video Youtube TribunKaltim

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved