Berita Pemkab Penajam Paser Utara
Bupati Minta Lurah Penajam Usulkan WTP ke PU dan Bappeda
Bukan saya tidak mendengar keluhan warga, seperti SMS soal listrik air bersih dan infrastruktur. Terus terang saya selalu mengusap dada
- Untuk Penuhi Kebutuhan Air Bersih Warga Kayu Api
TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM - Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Yusran Aspar berharap, kepada masyarakat di Kayu Api, Kelurahan Penajam, Kecamatan Penajam, agar menjaga keamanan dan kebersihan lingkungan, terutama terhadap bahaya kebakaran sehingga warga harus lebih waspada.
Hal ini disampaikan Bupati PPU Yusran Aspar saat meninjau Kampung KB di Kawasan Kayu Api, Keluruhan Penajam, beberapa waktu lalu.
"Saat kebakaran itu akan terjadi kita bisa segera mengantisipasi. Kemudian lingkungan Kayu Api ini sudah ditetapkan sebagai Kampung KB percontohan dan kampung KB mandiri. Karena Presiden Joko Widodo telah memberikan perhatian khusus terhadap kampung yang paling kumuh dan KB nya paling tidak berhasil. Bukan berarti mendeskreditkan kampung tertentu, namun berdasarkan laporan warga kepada pemerintah Kabupten PPU menyebutkan, di lingkungan tersebut kondisinya kumuh dan terdapat pula beberapa warga yang memiliki anak lebih dari 2 bahkan ada yang sampai 12 anak," jelas Yusran.
baca juga
Menurutnya, keluarga sejahtera dan program KB harus disukseskan, karena menyangkut masa depan bangsa termasuk juga masa depan daerah ini.
Ia menyatakan, bukan berarti banyak anak banyak rezeki, namun banyak anak boleh juga asalkan kehidupan mencukupi.
Tapi bila hidup susah ditambah lagi banyak anak sampai tidak bisa menyekolahkan, maka semua itu akan diminta pertanggungjawaban dihadapan Tuhan.
"Bagaimana kita menyejahterakan keluarga, agar bisa bertanggungjawab terhadap anak-anak. Jadi tolong ini diperhatikan manakala kehidupan kita berkecukupan, silahkan, tapi apabila kehidupan susah atau dalam keadaan masih baru, jangan menciptakan keluarga besar. Sebaiknya keluarga kecil dan sejahtera dua anak cukup. Warga harus aktif ikut ber KB, jadi jika KB sudah aktif berarti ada kemajuan," tambah Yusran.
baca juga
Terkait beberapa keluhan warga, Yusran meminta kepada agar bersabar karena semua butuh proses. Ia menyatakan, bukan berarti pemerintah mengabaikan suara masyarakat, seperti keluhan seperti listrik dan air bersih.
"Bukan saya tidak mendengar keluhan warga, seperti SMS soal listrik air bersih dan infrastruktur. Terus terang saya selalu mengusap dada, karena kesannya seakan-akan bupati cuek dengan keadaan, agar warga ketahui bahwa sekarang ini kinerja saya sedang menyelesaikan pekerjaan yang belum tuntas seperti pembebasan tanah yang belum selesai, sehingga menghalangi penyelesaian pembangunan jalan, masjid yang belum selesai juga kita selesaikan, meratakan gunung di depan kantor bupati juga kita selesaikan," terang Yusran.
baca juga
Untuk masalah air bersih yang masih menjadi keluhan warga, Yusran mengatakan, bila masalah air bersih ini sudah diselesaikan lima tahun lalu, maka saat ini sudah tidak ada masalah. Namun karena belum rampung, sehingga saat ini sedang menyelesaikan pembangunan Bendungan Lawe-lawe dan untuk menyelesaikan perlu biaya sampai ratusan miliar. Sementara keuangan sangat terbatas..
"Untuk Lurah Penajam saya minta pro aktif untuk menyampaikan kepada Bappeda dan Dinas Pekerjaan Umum , agar daerah Kayu Api bisa dibangun satu WTP air minum gratis seperti yang kita bangun di Kecamatan Babulu. Silahkan lurah datangi PU dan Bappeda, karena bupati sudah janji, katakan saja seperti itu. Jadi mereka juga sadar bahwa bupati sudah janji," tegas Yusran. (advertorial/humas8)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/adv_yusran-bersama-pkk_20160330_090526.jpg)