Milisi Abu Sayyaf
Kopassus Siap Serang Kelompok Penyandera WNI di Pulau Jolo
Komando Pasukan Khusus (Kopassus) dipersiapkan untuk membebaskan 10 WNI yang disandera kelompok Abu Sayyaf di perairan Filipina.
TRIBUNKALTIM.CO - Komando Pasukan Khusus (Kopassus) dipersiapkan untuk membebaskan 10 WNI yang disandera kelompok Abu Sayyaf di perairan Filipina.
Dari informsi yang dihimpun, 10 WNI yang diculik kelompok Abu Sayyaf diduga berada di Pulau Jolo, Filipina Selatan. Lokasi itu selama ini memang menjadi salah satu basis kelompok itu.
Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengaku telah menerima informasi mengenai keberadaan 10 warga negara Indonesia yang disandera kelompok milisi Abu Sayyaf.
BACA JUGA: Dunia pun Berdecak Kagum Melihat Latihan Tentara ala Kopassus
Informasi tersebut diperoleh dari hasil koordinasi Panglima TNI dengan Panglima Angkatan Perang Filipina, Hernando Iriberri. Namun, Jenderal Gatot enggan menyebutkan lokasi pasti WNI tersebut disandera.
"Lokasinya ada di Filipina sehingga kami hanya memantau. Apa pun yang diperlukan Filipina, kami siap mengirimkan bantuan. Saya sudah sampaikan ke Panglima Tentara Filipina. Siapnya bagaimana, itu adalah urusan saya," ungkapnya diplomatis.
BACA JUGA: Sebelum Jatuh dan Terbakar, Warga Lihat Helikopter Sempat Berputar-putar
Kepala Penerangan Kopassus Letnan Kolonel Inf Joko Tri Hadimantoyo memastikan hingga saat ini belum ada perintah resmi terkait pembebasan sandera WNI.
Ia menyatakan, untuk melaksanakan misi pembebasan sandera, TNI menerjunkan pasukan elite dari tiga matra, yakni Kopassus, Denjaka, dan Paskhas.
Pulau Jolo, dari informasi yang dihimpun menjadi salah satu basis kelompok Abu Sayyaf. Pulau Jolo berada digugusan Kepulauan Sulu.
BACA JUGA:Mengadu pada Gubernur, Istri Sandera Menangis
Kawasan ini merupakan daerah otonomi khusus di mana sebagian besar penduduknya Muslim.
Kapolda Sulawesi Utara Brigjen Wilmar Marpaung memastikan, perbatasan wilayah Indonesia di daerahnya yang berbatasan langsung dengan Filipina Selatan diperketat pengamanannya.
"Sulawesi Utara berbatasan langsung dengan Filipina Selatan, di mana kelompok ini bermarkas. Tak menutup kemungkinan mereka masuk ke wilayah kita. Atau orang Indonesia yang ke sana, lalu balik membawa senjata," ujar Kapolda Sulut. (tribunnews)