Milisi Abu Sayyaf

Percayakan Pembebasan 10 WNI kepada Filipina, Bagaimana Peran TNI yang Sudah Latihan Gabungan?

Kapolri berharap Pemerintah Filipina dapat membebaskan dan memulangkan 10 WNI itu dalam keadaan selamat ke tanah air.

AP
Militan Abu Sayyaf di Pulau Jolo, selatan Filipina. 

TRIBUNKALTIM.CO - Indonesia mempercayakan kepada Pemerintah Filipina untuk membebaskan 10 WNI yang disandera kelompok Abu Sayyaf.

"Dari kemarin sudah kami sampaikan untuk pasukan tak memungkinkan oleh konstitusi Filipina melakukan aksi di wilayah teritorial Filipina," tutur Kapolri Jenderal Badrodin Haiti, ditemui di Gandaria City, Minggu (10/4/2016).

"Kami mempercayakan pembebasan sandera itu dilakukan oleh otoritas di Filipina apakah itu militer atau unsur yang lain," ujarnya.

 Kelompok milisi Abu Sayyaf di Filipina

BACA JUGA: Baku Tembak di Basilan, Kelompok Abu Sayyaf Tewaskan 18 Tentara Filipina

Dia menjelaskan, posisi Indonesia hanya sebatas mengoordinasikan.

Apabila nanti diminta sebagai observer atau pengamat, maka pihaknya akan mengirim perwakilan.

"Tentu masih berusaha juga. Kami hanya sebatas mengoordinasikan. Kalau toh nanti diminta observer dari kami mungkin kami bisa mengirimkan, tetapi kalau pasukannya itu secara konstitusi tak memungkinkan," ujarnya.

BACA JUGA: Baku Tembak di Basilan, Kelompok Abu Sayyaf Tewaskan 18 Tentara Filipina

Dia berharap Pemerintah Filipina dapat membebaskan dan memulangkan 10 WNI itu dalam keadaan selamat ke tanah air.

 

PASUKAN ELITE TNI SIAP MENGGEMPUR

Panglima Komando Cadangan Startegis Angkatan Darat (Pangkostrad), Letnan Jendral TNI Edy Rahmayadi mengungkapkan, Tentara Nasional Indonesia (TNI) selalu siap bila negara memang membutuhan untuk terlibat dalam penanganan gerakan pembrontakan Abu Sayyaf yang menawan 10 Warga Negara Indonesia (WNI).

Demikian dia ungkapkan kepada sejumlah media usai memimpin Apel Kesiapsiagaan Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) di lapangan terbuka Yonif 613 / Raja Alam Kota Tarakan, pada Sabtu (2/4/2016).

BACA JUGA:  Mengadu pada Gubernur, Istri Sandera Menangis

 
(Tribunmanado/alpen martinus) - Martje, istri Juan Philip menunjukkan foto suami kepada Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey

“Yang penting saya siap. Tugas saya adalah kesiapan, begitu,” ujar Pangkostrad Edy, yang pernah mendalami pendidikan militer di Seskoad lulusan tahun 1998.

Baca: Pasukan Pemukul Reaksi Cepat Akan Lakukan Uji Pengamanan Ambalat


Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved