Kesehatan
Simpan Makanan di Kulkas, Perhatikan 6 Hal Ini!
Di suhu ruangan, sejumlah bakteri penyebab penyakit dari makanan akan berlipat ganda setiap 20 menit.
TRIBUNKALTIM.CO -- Untuk melindungi diri dan keluarga dari penularan penyakit bersumber dari makanan, alat paling efektif adalah kulkas.
Di suhu ruangan, sejumlah bakteri penyebab penyakit dari makanan akan berlipat ganda setiap 20 menit.
Cara terbaik memperlambat pertumbuhan kuman itu adalah menyimpan makanan disimpan dalam kulkas dengan suhu yang tepat. Untuk memastikan kulkas di rumah Anda melakukan tugasnya, sangat penting menjaga suhunya di bawah 4,4 derajat celcius, dan suhu freezer sekitar minus 17 derajat. Cek suhu kulkas secara berkala dengan termometer.
Baca: Jangan Asal, di Sini Lokasi yang Tepat Menyimpan Susu UHT di Dalam Kulkas
Berikut adalah beberapa kiat yang perlu Anda lakukukan untuk menjaga kehigienisan makanan yang disimpan dalam kulkas.
- Jangan menyimpan makanan terlalu banyak. Udara dingin harus bisa bersirkulasi dengan baik di dalam kulkas.
- Untuk mengurangi pertumbuhan bakteri listeria yang mampu bertahan di suhu kulkas, segera bersihkan tumpahan cairan dari daging mentah agar tidak terjadi kontaminasi silang dari satu makanan ke makanan lain.
- Selalu simpan makanan di kulkas dalam wadah tertutup atau plastik dengan lapisan penutup.
Baca: Inilah Waktu Ideal untuk Menyimpan Makanan dan Minuman di Kulkas
- Selalu periksa tanggal kedaluwarsa makanan. Jika sudah melewati tanggalnya, buanglah. Jika Anda tidak yakin kapan makanan tersebut kedaluwarsa atau bentuk makanan sudah berubah, jangan segan untuk membuangnya.
- Bersihkan kulkas secara rutin. Jadikan kegiatan membersihkan kulkas sebagai bagian dari membersihkan dapur.
- Setelah belanja, segera masukkan bahan makanan yang memang perlu disimpan di kulkas segera. Membiarkan bahan makanan itu di suhu ruangan satu sampai dua jam bisa membuat bakteri cepat bertumbuh. (*)
***