Ternyata Ini Penyebab Tingginya Angka PHK di Bumi Etam
Jika laba yang dihasilkan tidak bagus-bagus betul, tentu perusahaan akan berpikir merumahkan karyawan.
Penulis: Rafan Dwinanto |
Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Rafan Dwinanto
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Trend Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di Kaltim diprediksi terus berlanjut.
Pengamat Ekonomi, Universitas Mulawarman (Unmul) Rian Hilmawan menyebut, ada tiga faktor utama yang menyebabkan angka PHK di Bumi Etam (sebutan Kaltim), terus terjadi.
Pertama yakni kelesuan industri batubara. Sektor penggalian emas hitam sudah menjadi lokomotif perekonomian utama di provinsi dalam satu dekade terakhir.
"Industri batu bara punya keterkaitan erat dengan sektor usaha lain di Kaltim. Jika batubara lesu, sektor lain pun ikut lesu," kata Rian, Kamis (18/7/2016).
Faktor kedua yakni perkembangan teknologi yang membuat perusahaan tidak lagi memerlukan banyak pekerja.
(Baca juga: Pembebasan Lahan Tahap II Rel Kereta Api Rusia Dilakukan Bertahap)
"Kedepan, dunia usaha akan lebih padat modal. Bukan lagi padat karya. Perusahaan tentu lebih memilih efisiensi dengan berinvestasi pada teknologi yang bisa mengurangi tenaga kerja," ulas Rian.
Terakhir, kata Rian, upah di Kaltim tergolong tinggi. Terutama bila dibandingkan dengan provinsi lain, semisal Jawa Tengah.
"Upah di Kaltim ini kisaran rendahnya Rp 2,5 juta. Jika laba yang dihasilkan tidak bagus-bagus betul, tentu perusahaan akan berpikir merumahkan karyawan," tutur Rian. (*)
***
Baca berita unik, menarik, eksklusif dan lengkap di Harian Pagi TRIBUN KALTIM
Perbarui informasi terkini, klik www.TribunKaltim.co
Dan bergabunglah dengan medsos:
Join BBM Channel - PIN BBM C003408F9, Like fan page Facebook TribunKaltim.co, follow Twitter @tribunkaltim serta tonton video streaming Youtube TribunKaltim