Breaking News
BREAKING NEWS - Wakil Wali Kota Datang, Warga Sungai Karang Mumus Menangis Mengadu tak Punya Rumah
"Saya tidak punya tempat tinggal Pak. Saya mau tinggal di mana kalau rumah dibongkar," katanya sambil meneteskan air mata.
Penulis: Siti Zubaidah | Editor: Amalia Husnul A
Laporan wartawan Tribun Kaltim, SIti Zubaidah
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Tenggat waktu pembongkaran permukiman di sekitar Sungai Karang Mumus (SKM), Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur memang tinggal tiga hari lagi, namun Jumat (30/9/2016) warga sudah mulai membongkar rumahnya.
Meski pembongkaran yang dilakukan warga berlangsung damai. Namun suasana terasa dratamatis.
Beberapa warga terlihat menangis ketika Wakil Walikota Samarinda, Nusyirwan Ismail datang. Seha misalnya. Warga SKM yang tinggal tepat di samping sungai mengadukan nasibnya.
BACA JUGA:Ditolak Tayang di Indonesia, Film Senyap Terkenal di Negeri Orang
"Saya tidak punya tempat tinggal Pak. Saya mau tinggal di mana kalau rumah dibongkar," katanya sambil meneteskan air mata.
Nusyirwan kemudian memberikan bantuan uang sewa rumah selama dua bulan dari dana pribadinya.
Ada sebanyak tujuh warga yang mendapatkan uang sewa gratis dari Nusyirwan. Lima diantaranya janda dan dua merupakan warga SKM yang sakit. (*)