TribunKaltim/

Berita Pemkab Kutai Timur

30.800 Kartu Identitas Anak Siap Diterbitkan, Gratis untuk Warga

Program ini mengacu pada payung hukum Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 2/2016.

30.800 Kartu Identitas Anak Siap Diterbitkan, Gratis untuk Warga
HO_HUMAS SETKAB KUTIM
Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kutim, Januar Harlian PLA. 

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA - Dalam waktu dekat Dinas Administrasi Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kutai Timur (Kutim) mematangkan sosialisasi program alokasi Kartu Identitas Anak (KIA).

Program ini mengacu pada payung hukum Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 2/2016.

Kartu tersebut merupakan identitas resmi anak yang belum berusia 17 tahun sebagai bukti diri diterbitkan oleh Disdukcapil Kabupaten/Kota setempat bertujuan meningkatkan pendataan, perlindungan dan pelayanan publik.

Ditemui di ruang kerjanya, Kepala Disdukcapil Kutim Januar Harlian Putera Lembang Alam, mengatakan pihaknya sudah menggencarkan kegiatan ini agar sukses di Kutim tanpa hambatan.

Sebelumnya, Disdukcapil Kutim sudah bertemu dengan pihak Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) di Jakarta. Terdapat 50 Kabupaten/Kota yang turut diundang dan khususnya Provinsi Kaltim satu-satunya diwakili oleh Kutim.

“Kami sudah melaporkan pencapaian akte kelahiran Kutim mencapai 83 persen sebagai syarat KIA dari anak berusia 0-18 tahun. Dan hasilnya jawaban Kemendagri untuk Disdukcapil Kutim mendapatkan apresiasi baik di tahun 2016,”” kata Januar.

Disdukcapil dalam minggu ini mempersiapkan KIA dengan detail yaitu menginventarisasi anak-anak berusia 0-18 tahun.

Ada dua tahapan berdasarkan Permendagri. Pertama adalah untuk anak-anak yang berusia 0-5 tahun hanya mendapatkan kartunya saja dengan syarat sudah mempunyai akte kelahiran. Kedua, untuk usia 5-17 tahun mendapatkan KIA yang dilengkapi dengan pas foto.

KIA ini hampir menyerupai dengan Kartu Tanda Penduduk elektronik (KTP el) namun tidak memiliki chip (sirkuit elektronik kecil) berbeda dengan KTP el yang memang ditanami chip. KIA dilengkapi dengan nomor induk kependudukan, berhologram, dan berwarna merah muda.

Histori adanya KIA, menurut Januar, sebagai identitas diri. Pasalnya selama ini yang terjadi ketika anak lahir belum mempunyai KIA hanya Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang melekat di Kartu Keluarga (KK).

Halaman
12
Editor: Kholish Chered
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help