Aji Mirza Dikukuhkan Memimpin Paguyuban Sempekat Keroan Kutai Kaltim
Meski tak mudah, karena gempuran modernisasi dan pengaruh global, namun menjaga warisan budaya leluhur harus dilakukan.
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Sempekat Keroan Kutai diharapkan mampu menjadi sarana mempererat kerukunan antarwarga sekaligus pelestarian budaya Kutai. Meski tak mudah, karena gempuran modernisasi dan pengaruh global, namun menjaga warisan budaya leluhur harus dilakukan.
Hal tersebut dikemukakan Petinggi Pore Sempekat Keroan Kutai Wilayah Kalimantan Timur Aji Muhammad Mirza Wardana usai dikukuhkan untuk memimpin paguyuban Kutai tersebut, Kamis (30/3/2017).
Pengukuhan dilakukan oleh Sultan Kutai Kartanegara Aji Muhammad Salehuddin II di sela resesnya Aji Mirza selaku anggota DPD/MPR RI ke Kaltim.
Baca: Kejutan (Lagi) dari Kutai Kartanegara, Kabupaten Terkaya di Indonesia
Terlebih dulu Aji M Mirza diberikan tepung tawar oleh Putra Mahkota HAP Adipati Praboe Anoem Soerya Adiningrat.
Dalam memimpin Sempekat Keroan Kutai Kalimantan Timur 2017-2021, Aji Mirza didampingi sekitar 60 orang pengurus, termasuk para Dewan Pembina dan Dewan Tetuha. Antara lain Sayid Sjafran selaku Petinggi Tuha, dan Dr Ir Zairin Zain (bergelar Mas Nata Negara) selaku Panglima Wilayah.
Baca: Bupati Ajak Paguyuban Ini Berkontribusi Aktif Bangun Daerah
"Ini amanah yang harus kami jalankan bersama, yakni bagaimana agar eksistensi budaya Kutai dapat terus terjaga dan terpelihara. Kutai memiliki sejarah yang sangat panjang sejak berabad-abad silam, sehingga tak boleh tergerus oleh perubahan zaman," kata Aji Mirza yang juga Wakil Ketua Komite II DPD RI.

Dalam kesempatan itu juga mencuat gagasan untuk menjadikan bahasa Kutai sebagai muatan lokal pelajaran di jenjang SD-SMP. Ada kekhawatiran terkikisnya bahasa Kutai sebagaimana bahasa lokal lainnya di Tana Air.
Baca: Menari Sambil Kibarkan Merah Putih, Rombongan Kaltim Juara Umum di Ajang Festival Budaya Polandia
Juga muncul keinginan untuk menarik kembali hak pengelolaan Museum Mulawarman di Tenggarong kepada daerah guna memudahkan koordinasi dalam pelaksanaan Erau dan pengembangan pariwisata.
Hadir antara lain kerabat Kesultanan, Staf Ahli Bupati Kukar Otoy Usman, para Kepala SKPD, dan
sejumlah tokoh adat, pemuda, agama, dan akademisi.(*)